Untuk tujuan yang kedua ini maka perlu ada tujuan yang ketiga dari acara ini. Yaitu kita perlu mencari sumber inspirasi sejarah. Itu juga itu sebabnya kita mengadakannya di sini. Yang kita inginkan, yang saya inginkan dari saudara-saudara sekalian yang datang di sini, bukan sekadar membaca sejarah Istanbul ini, dan bukan sekadar mengenang pembebasan Konstantinopel dulu pada abad ke-15. Tetapi yang lebih penting dari itu semuanya adalah menyadari bahwa semua peristiwa besar di dalam sejarah itu disebut besar karena peristiwa itu beyond imagination. Di luar dari imajinasi orang.
Dulu Muhammad Al-Fatih itu diangkat menjadi khalifah waktu umurnya 16 tahun. Karena itu diledek oleh semua senior-senior yang ada di kerajaan. Apa yang bisa dilakukan anak muda kecil ini? Lalu dia berfikir, apa yang tidak dipikirkan oleh para senior itu semua. Dan yang tidak bisa dipikirkan oleh mereka adalah membebaskan Konstantinopel. Dan itu yang dia jadikan sebagai tujuannya. Dan beliau membebaskan Konstantinopel ini dalam umur 23 tahun.
Saya menggarisbawahi umur 23 tahun ini supaya kita jangan merasa terlalu muda. Kita ini sudah tua untuk ukuran pencapaian orang-orang itu semua. Iya kan? Tetapi yang dilakukan itu adalah sesuatu yang di luar imajinasi orang. Dan segala sesuatu yang besar di dalam sejarah itu disebut besar karena dia ada di luar imajinasi kita semuanya, setidaknya di luar imajinasi orang-orang yang hidup di zamannya.
Dan karena itu jika kita ingin mencapai misi-misi besar di dalam hidup kita, persiapkanlah diri kita melakukan sesuatu di luar imajinasi orang lain. Dan jika saya mengatakan bahwa misi PKS itu beyond politics, itu berarti bahwa kita juga harus melakukan langkah-langkah beyond imajination.
Saya ingin menggarisbawahi masalah imajinasi ini. Karena semua penciptaan realitas itu pada mulanya diciptakan dalam imajinasi. Segala sesuatu yang menjadi kenyataan di bumi ini, jauh sebelum dia menjadi kenyataan, pertama-tama dia menjadi kenyataan dalam imajinasi. Itu dulu. Dan karena itu kita perlu memberi ruang bagi imajinasi kita ini semuanya, supaya cita-cita yang besar itu disertai dengan langkah-langkah yang besar di luar dari imajinasi orang. Tetapi sebelumnya seperti apa yang saya katakan tadi, kita perlu membebaskan diri kita dari semua kendala-kendala psikologis itu tadi. Galau, khawatir, sedih, takut, dan seterusnya, kita lepas diri kita semua dari perasaan itu, setelah itu kita buka pintu imajinasi kita seluas-luasnya.
Dan saya katakan kepada seluruh kader PKS waktu di Semarang, hari ini kita akan membuat rencana pemenangan pemilu, tetapi rencana ini tidak ada detailnya. Yang ada targetnya. Yang ada milestone-nya. Isinya seperti apa? Kita serahkan pada seluruh orang-orang lapangan untuk berijtihad sebebas-bebasnya. Karena boleh jadi, kita pikir kita yang ada di DPP ini sudah berfikir keras, tapi ada anak muda yang kerjanya cuma mengkhayal setiap hari, boleh jadi dia mempunyai ide yang jauh lebih bagus dari kita yang setiap hari telah merasa berfikir keras. Dan karena itu saya menginginkan seluruh kader kita, beri ruang bagi imajinasi kita untuk bekerja. Supaya seluruh kekuatan produktivitas kita itu mempunyai akar di dalam diri kita semuanya, yaitu ada pada kekuatan imajinasi kita semuanya.
Saudara-saudara sekalian, ini tiga tujuan dari pertemuan acara yang kita selenggarakan di Istanbul ini. Dan sekali lagi karena yang ingin kita capai ini adalah misi besar, yang saya sebutkan sebagai misi peradaban, dan bukan sekadar target-target politik, termasuk di dalamnya adalah pemenangan pemilu 2014 itu. Dan saya menganggap bahwa pemenangan pemilu 2014 ini hanyalah jembatan menuju cita-cita yang jauh lebih besar daripada cita-cita politik yang sederhana itu.
Ada cita-cita kemanusiaan, cita-cita peradaban, yang jauh lebih besar dari itu. Dan saya kira, waktu kita memimpin Indonesia nanti insya Allah, janganlah membayangkan bahwa kita hanya akan memimpin Indonesia. Tetapi kita juga akan membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang menentukan masa depan dunia. Dan itu sebabnya nanti saudara-saudara sekalian, ini nanti ada pertemuan dengan AKP (Justice and Development Party of Turkey – Turkish: Adalet ve Kalkinma Partisi) pada hari Selasa.
Ada GMPro nanti, dan juga dari fraksi, saya ingin mereka semua menyampaikan satu ide kepada AKP. Ini kita usulkan, kita propose kepada mereka, bahwa sekarang waktunya seluruh partai Islam di dunia membuat satu forum internasional. Untuk partai-partai Islam sedunia itu tempat kita membicarakan isu-isu global, dan bagaimana Islam bisa memberi kontribusi bagi penyelesaian masalah-masalah global tersebut. Sekarang ada banyak forum global, dan seharusnya kita juga bisa menciptakan forum yang sama dengan itu.
Saya mau cerita sedikit ke ibu dubes, beberapa bulan yang lalu saya diundang secara pribadi ke sini, tadi kita lewati istananya di situ, di Kempinski itu ada Ciragan Palace, yang jadi host-nya itu Menlu Turki Ahmet Davutoglu waktu itu. Itu adalah satu forum, namanya Oriental Forum. Forum timur yang salah satu cita-citanya adalah menghadirkan seluruh strategic civil dari berbagai negara, dan pada pertemuan terakhir bulan Februari, cuma saya tidak datang yang Februari ini karena baru jadi Presiden di PKS. Yang sebelumnya saya datang pada pertemuan sebelumnya. Temanya tentang The New Map After Arab Spring. Tentang masalah strategis seperti itu. Saya kira kita sudah waktunya nanti mengusulkan kepada partai-partai Islam yang ada di dunia sekarang ini untuk membentuk satu forum internasional, dimana kita ikut mempromosikan tiga hal, bukan hanya bagi dunia Islam tetapi bagi dunia seluruhnya. Dan saya kira ini adalah misi global PKS.
Yang pertama, ikut mempromosikan demokrasi, yang kedua global prosperity, dan yang ketiga adalah global peace. Jadi kita harus ikut mendukung tiga isu besar ini. Ikut mempromosikan demokrasi, kesejahteraan global, dan juga perdamaian global.
Dan saudara-saudara sekalian, karena tiga misi ini, misi global yang kita emban ini, dan ini akan menjadi pesan bagi PKS insya Allah, untuk mempromosikan ini. Kita menginginkan kesejahteraan bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi seluruh penduduk bumi ini. Kita menginginkan perdamaian bukan hanya bagi negeri kita, tapi juga bagi seluruh penduduk bumi ini. Kita menginginkan demokrasi juga menjadi sistem politik bukan hanya bagi negeri kita, tapi juga demokrasi menjadi sistem politik bagi seluruh dunia. Kita ikut mempromosikan itu semua, karena salah satu kandungan inti dari nanti demokrasi itu adalah menciptakan global justice. Keadilan global. Dan saya kira dengan ide-ide dasar seperti ini, kita bisa masuk, berbagi dengan semua kekuatan yang ada di dunia, untuk ikut serta memberikan solusi bagi masalah-masalah yang dialami oleh dunia.
Apalagi kalau kita melihat sekarang ini, masalah besar yang dihadapi oleh dunia sekarang ini, salah satunya adalah masalah energy security, kemudian juga masalah food security. Ini masalah pangan, masalah energi yang dihadapi oleh seluruh dunia sekarang ini sebagai salah satu masalah masa depan yang paling krusial. Dan kalau kita bicara energi, hampir-hampir bisa kita katakan kita bicara tentang dunia Islam seluruhnya. Iya kan? Hampir-hampir bisa kita katakan seperti itu. Dan juga kalau kita bicara pangan walaupun ini mungkin kita share dengan yang lainnya tetapi kita perlu juga mengetahui bahwa kita bisa ikut memberikan share yang besar dalam proses penyelesaian masalah-masalah global seperti ini. Dan karena itu saya berharap nanti GMPro dengan fraksi waktu menyampaikan, waktu bertemu dengan AKP nanti ini tolong disampaikan kepada mereka ide ini, karena sebenarnya ini sudah berkali-kali kita bicarakan dalam berbagai forum. Tapi ini disampaikan lagi, mudah-mudahan insya Allah ide ini bisa kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu jauh, supaya kita mulai juga ikut terlibat dalam penyelesaian masalah-masalah global.
Bersambung...
Sumber: dakwatuna.com