Rabu, 01 Mei 2013

Transkrip Pidato Anis Matta di Istanbul, Turki (Bag IV Habis)

Saudara-saudara sekalian, kalau kita ikut menyelesaikan masalah-masalah global seperti ini, itu secara de facto artinya, kita ingin ikut menghapuskan semua kekhawatiran orang tentang kehadiran partai Islam di pentas nasional dan juga kehadiran partai Islam di pentas global. Yang selama ini masih sering dianggap ancaman, atau ada sikap under estimate dari orang-orang, karena mereka mereka menganggap bahwa para aktivis partai Islam ini, lebih banyak mendekati masalah ideologis, dan tidak punya kapasitas yang memadai untuk mengimplementasikan ideologi itu menjadi agenda kerja.

Dan karena itu jika mereka memimpin, mereka tidak akan berhasil. Dan saya kira dengan memberikan jawaban dalam bentuk implementasi, jawaban dalam bentuk performance seperti itu, mudah-mudahan kita bisa menghapus kekhawatiran semua orang tentang kehadiran partai Islam di pentas global. Termasuk di antaranya adalah kekhawatiran orang, termasuk di negeri kita, jika partai Islam memimpin, apa yang bisa mereka lakukan? Nah, menjawab kekhawatiran seperti ini dalam bentuk performance, dalam bentuk kerja, itu jauh lebih efektif daripada memberikan penjelasan ideologi kepada mereka itu. Dan dengan menjawab masalah secara de facto seperti itu insya Allah, saya kira kekhawatiran itu akan berbalik menjadi rasa ingin tahu yang besar kepada agenda kemanusiaan yang kita bawa ini. Dan saya membayangkan bahwa insya Allah itu akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu jauh.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan insya Allah dengan urutan sistematika kerja seperti ini, kita bisa menciptakan hidup yang lebih produktif dari apa yang ada sekarang. Dan misi-misi besar seperti itu saudara-saudara sekalian, hanya bisa kita capai kalau kita punya tiga semangat yang sudah kita putuskan di Rapimnas kemarin.

Yang pertama adalah kita datang dalam dunia politik ini membawa cinta. Yang kedua kita juga datang dengan semangat bekerja. Dan yang ketiga adalah, kita datang dengan semangat untuk menciptakan harmoni.

Cinta itu menyatukan segala hal yang berserakan, menyambung segala hal yang terputus. Dan jika kita menerapkan hukum dengan pendekatan cinta, kita insya Allah juga bisa menciptakan keadilan. Karena hukum itu tidak ditegakkan untuk menyiksa orang dengan hukuman, tidak. Hukum itu adalah tools of change. Itu adalah alat perubahan. Dan karena itu dia harus mempunyai fungsi itu. Dan jika kita ingin memfungsikan hukum sebagai alat perubahan, sebagai tools of chage, dia harus dikelola dengan cinta.

Dan yang kedua, kita juga ingin semua orang yang punya semangat bekerja itu punya tempat di negeri kita. Dan kita juga ingin tumbuh menjadi bangsa yang sejahtera dari kekuatan kita sendiri, karena kita bekerja dengan tenaga yang kita miliki, dengan etos kerja keras yang kita miliki. Sebab siapa pun yang bekerja keras, insya Allah pasti akan menciptakan hasil.

Dan yang ketiga, kita juga ingin menciptakan harmoni, supaya kehidupan sosial kita itu damai. Karena tidak ada arti bagi semua pencapaian kita ini, kecuali kalau kita bisa mengelola perbedaan-perbedaan kita itu dan menciptakan harmoni.


Saudara-saudara sekalian, dengan tiga nilai-nilai inti ini, saya berharap insya Allah PKS bukan hanya menang dalam pemilu, tetapi terutama bisa menghidupkan kembali nilai-nilai inti masyarakat Indonesia. Dan dengan nilai-nilai inti masyarakat Indonesia ini, kita juga bisa membawa sesuatu perubahan besar bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi kehidupan kemanusiaan di seluruh dunia ini insya Allah. Inilah kerja-kerja yang saya maksud, bukan beyond politics bagi kita di Indonesia, tapi saya kira bagi kebanyakan orang di Indonesia ini juga adalah beyond imagination. Di luar dari imajinasi yang ada pada mereka itu.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan dengan keberadaan kita semua di sini, kita bisa menyerap aura dari Muhammad Al-Fatih itu, yaitu aura untuk melakukan hal-hal besar di luar dari imajinasi semua orang. Dan karena itu, mudah-mudahan semua yang hadir di sini, dari berbagai negara di sini punya perasaan yang sama. Saya tahu jika menghitung suara, suara di mana Antum tinggal itu tidak besar. Iya kan? Tidak banyak. Yang di Rusia mungkin tidak banyak. Iya kan? Yang di Emirat Arab tidak banyak suara yang ada di situ. Tapi tujuannya bukan suara. Sekali lagi, tujuannya bukan suara. Suara itu akan kita ambil dengan sendirinya, tapi tujuannya bukan itu. Saya ingin idenya lah yang masuk ke dalam pikiran saudara-saudara semuanya, auranyalah yang kita serap insya Allah. Dan karena itu suatu waktu kita bisa melakukan kerja-kerja lebih besar daripada apa yang diimajinasikan orang selama ini insya Allah.

Saya mau tanya Antum semua, terutama yang sebelah kanan ini. Ini kira-kira kita siap tidak melakukan kerja-kerja besar seperti ini? Kurang mantap suaranya. Siap? Siap?

Kita tanya dulu Rusia siap nggak ini? Waah, mantap, Rusia mantap.

Belanda siap? Luar biasa.

Mesir siap?

Yordan? Mantap.

Inggris siap?

Saya kira insya Allah dengan kesiapan seperti ini mudah-mudahan sekali lagi, saya sekarang menjadi sangat yakin bahwa apa yang kita cita-citakan masuk tiga besar insya Allah dapat jadi kenyataan. Dan saya juga semakin yakin bahwa kita bukan hanya akan masuk tiga besar, tetapi insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan memimpin republik yang kita cintai ini.

Was salaamu ’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh..

Sumber: dakwatuna.com