Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan
Rakyat Republik Indonesia (FPKS DPR RI) Muhammad Hidayat Nur Wahid
mengapresiasi sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal perkembangan
terakhir di Mesir dan penegasan dukungan kemerdekaan RI atas negara Palestina.
Hal tersebut menurutnya perlu ditindaklanjuti dengan
kiprah RI di dunia internasional dan inisiatif yang lebih kuat untuk semakin
cepatnya solusi atas masalah kemanusiaan dan pencederaan demokrasi yang terjadi
di Mesir.
Dalam pidato kenegaraan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)
RI ke-68 di Sidang Paripurna DPR, MPR dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Jum’at
(16/8) pagi di Komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Presiden SBY sempat
menyinggung keprihatinannya yang mendalam atas situasi yang berkembang di Mesir
dan berharap pihak-pihak yang berkonflik mencari titik temu untuk memulihkan
perdamaian di negeri tersebut.
Hidayat berpendapat, Indonesia bisa berbuat lebih jauh
daripada sekedar menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menambahkan, di Mesir
telah terjadi pelanggaran HAM berat yang mengakibatkan belasan ribu warga
sipil terluka dan meninggal dunia. Di atas semua itu, terjadi kudeta militer
yang memberangus demokrasi di sana.
Sebagai salah satu negara besar di dunia dan Asia khususnya,
Indonesia bisa menyampaikan inisiatif ke PBB untuk turun tangan lebih jauh atas
proses pencederaan demokrasi lewat kudeta pemerintahan yang sah di Mesir hingga
menimbulkan penolakan massal dari rakyat Mesir belakangan ini.
“Sesuatu yang harus lebih cepat diatasi adalah jatuhnya
korban sipil yang tidak sedikit dalam upaya mengembalikan prinsip demokrasi
dengan menentang kudeta,” ujar Hidayat usai sidang paripurna.
Fraksi PKS, tutur Hidayat, akan terus mendorong
pemerintah menggalang kerjasama internasional, utamanya lewat PBB dan
Organisasi Konferensi Islam (OKI), untuk segera mengakhiri krisis kemanusiaan
dan demokrasi di Mesir sehingga rakyat Mesir bisa bebas menentukan pilihan masa
depannya, termasuk menentukan pemimpin mereka secara bebas seperti
bangsa-bangsa dengan asas demokrasi lainnya di dunia. (sbb/dkw)
