Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengungkapkan krisis
yang berkepanjangan di Mesir karena militer tak siap berdemokrasi. Mahfudz
menyebut militer Mesir belum bisa berdampingan dengan unsur politik lain.
Mahfudz menyebut Keputusan Presiden (Keppres) Mesir yang
melarang organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) menjadi bukti militer tak menerima
kehadiran kelompok politik lain. "Kepres hari ini mengungkap jelas semua
motif di balik kekerasan bersenjata," ungka Mahfudz dalam akun twitternya
beberapa jam lalu.
Dengan Keppres Mesir ini, Mahfudz menyebut IM ditempatkan
menjadi organisasi terlarang/teroris dan simpatisannya akan disidang di
pengadilan militer. "Plus semua sumber keuangan dibekukan," katanya.
Pola ini dalam kacamata politisi PKS ini mengulang stigmatisasi
teroris pada kekuatan Islam. Ia mengatakan pelabelan teroris pada IM adalah
babak baru setelah Alqaidah gagal dijadikan simbol teroris dunia dan musuh
bersama.
Ia menambahkan saat moderasi politik Islam digiring pada
stigma teroris, pertarungan politik global akan segera muncul. "Akan
semakin jelas siapa yang menarik pembenturan ideologis." (ROL)