Berbeda dengan kelompok Salafi lainnya yang tetap
mendukung Presiden Muhammad Mursi, Partai An Nur memilih bersama oposisi
mendukung kudeta militer. Namun, baru tiga hari pasca kudeta, partai yang telah
melakukan kesepakatan dengan militer demi mendukung kudeta itu merasa
dikhianati.
“Penunjukkan el-Baradei tidak sesuai dengan kesepakatan
antara oposisi dan militer,” kata Wakil Pimipinan Partai an-Nur Ahmed Khalil,
seperti dilansir al-Arabiya, Ahad (7/7).
Pernyataan keras Khalil itu menyusul ditunjuknya tokoh
liberal dan sekuler Mohamed el-Baradei menjadi Perdana Menteri Mesir.
Menurutnya, penunjukkan itu tidak sesuai dengan rulemap bersama antara sesama
oposisi.
Khalil juga mengancam akan menarik diri dari kekuatan
politik sementara, jika el-Baradei menjabat sebagai perdana menteri.
Dikabarkan, Presiden boneka Adly Mansour mengambil sumpah
el-Baradai untuk duduk di kursi perdana menteri, Sabtu (6/7) waktu setempat.
Sedangkan perdana menteri yang sah adalah teknokrat pilihan Presiden Mursi,
yakni Hisham Qandhil yang ditunjuk Juli 2012 lalu. [IK/Arb/Rpb]
