Ulama besar dan tokoh kharismatik kenamaan Syekh Yusuf
al-Qaradhawi memfatwakan, kudeta militer yang menggulingkan Presiden Mesir
Muhammad Mursi bertentangan dengan agama dan nilai-nilai demokrasi. Qaradhawi
mengatakan, militer harus menarik diri dari panggung politik yang sudah
dibuatnya.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkannya saat Sabtu
(6/7), ulama dari kelompok Sunni ini mengatakan, masyarakat di Mesir harus
bangkit mencari solusi bernegara yang pantas.
“Syekh Qaradhawi mengeluarkan fatwa tentang perlunya
mendukung Presiden Mursi dan mempertahankan konstitusi,” tulis dia dalam fatwa
yang dilansir Egypt Independent, Ahad (7/7) dini hari.
Ulama kelahiran Mesir 1926 ini menegaskan, agar Panglima
Militer dan Menteri Pertahanan Jenderal Abdel Fattah el-Sisi bersama barisan
militer, membiarkan interaksi alami antara faksi-faksi politik untuk mengambil
solusi bernegara.
“Kami meminta agar el-Sisi bersama barisan (militer)
segera mundur dari panggung politik untuk mempertahankan legitimasi
berdemokrasi,” sambung dia.
Syekh Qaradhawi adalah Ketua Federasi Ulama Muslim Sunni
Internasional. Ulama 86 tahun ini menjadi acuan banyak kalangan untuk
menentukan keputusan-keputusan dalam beragama dan bernegara.
Tokoh kharismatik ini menjadi “kengerian” bagi Negara
Teluk lantaran restunya kepada pemuda-pemuda Arab untuk melakukan revolusi.
(Bambang Noroyono/Heri Ruslan/ROL)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/08/36481/fatwa-yusuf-qaradhawi-militer-harus-mundur-dari-politik-dukung-presiden-mursi-dan-pertahankan-konstitusi/#ixzz2YSUYgaxX
