Amerika Serikat (AS) akan tetap meneruskan rencananya
mengirimkan empat pesawat jet tempur F-16 ke Mesir dalam beberapa minggu
mendatang, kata para pejabat AS. Pada saat yang sama, AS masih belum mau
menyebut penggulingan Presiden Mursi sebagai kudeta.
Menurut hukum yang berlaku di AS, negara itu tidak boleh
memberikan bantuan kepada negara lain yang pemimpin sahnya dikudeta.
Pesawat-pesawat jet itu merupakan bagian dari paket bantuan,
kata seorang pejabat departemen pertahanan AS seperti dilansir Republika.
Pejabat departemen pertahanan mengatakan pengiriman empat jet F-16 tersebut
kemungkinan akan dilakukan bulan Agustus mendatang. "Saat ini tidak ada
perubahan menyangkut rencana pengiriman pesawat-pesawat F-16 kepada militer
Mesir," kata pejabat kedua AS tanpa ingin disebutkan namanya.
Sementara itu, mantan Agen CIA Michael Scheuer
mengisyaratkan adanya peran AS dalam kudeta militer di Mesir.
”Kami takut dengan segala sesuatu yang berlabel
Islam,meskipun tidak masuk akal untuk berharap muncul pemerintahan di Mesir
yang tidak didominasi oleh Kelompok Islam” kata Scheuer.
“Jika kita tidak mampu meraih kekuasan di Mesir seperti
halnya Wilayah Florida di Amerika, lalu apakah kita akan menerimanya begitu
saja? atau kita akan masuk untuk mencoba menggulingkannya sampai kita
mendapatkan sesuatu yang kita inginkan?" tambahnya. [IK/Rpb/EM]
