Selasa, 11 Juni 2013

Politisi Golkar: KPK Diragukan Keberaniannya, Takkan Jadikan Boediono Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat diragukan keberaniannya menetapkan Wapres Boediono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pencairan dana tangan (bailout) Bank Century. Sebab, hingga kini tidak dilakukan juga, padahal bukti-bukti keterlibatannya sudah terang benderang.

“Berdasar data yang saya pelajari, sudah sangat layak untuk menjadikan  (Boediono) sebagai tersangka. Dugaan saya, dia adalah salah satu aktor penting dalam proses rekayasa bailout Bank Century. Indikasinya atas kejahatannya sudah jelas itu,” tandas kata inisiator Skandal Bank Century, Muhammad Misbakhun di Jakarta, Kamis (06/06).

Menurut dia, KPK jangan lagi bertele-tele membongkar skandal Bank Century. Lembaga pimpinan Abraham Samad ini, harus menelisik rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia ( DG BI) yang menetapkan status Bank Century sebagai bank gagal dan berdampak sistemik pada 19 dan 20 November 2013.

“Kalau KPK serius, pasti mampu mengurai misteri dalam rapat Dewan Gubernur BI tersebut, termasuk menemukan aktor intelektualnya. Pasti ada upaya merekayasa data untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, tentu ada pelaku serta pemberi perintah. Tinggal KPK berani atau tidak membongkarnya, karena sudah terdokumentasi,” jelasnya.

Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS ini, menyatakan bahwa dirinya telah mendatangi KPK untuk menyerahkan data baru itu pada akhir Mei lalu. Data ini soal kejanggalan dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal. Sebab, saat itu ada empat indikator yang menyebabkan Bank Century masuk kategori bank gagal. Belakangan, indikatornya berubah menjadi lima.
“Data tersebut milik Akbar Faisal. Berupa

suaranews.com