Ulama mujahid di abad modern, Syaikh DR Abdullah Azzam, mengungkapkan
hal yang membuat Allah menambah kekuatan seseorang. Kekuatan ini bukan
hanya penting bagi para mujahid, tetapi juga bagi seluruh aktifis
dakwah.
Berikut ini nasehat beliau di bawah judul “Dengan Apa Allah Menambah Kekuatan Seseorang” dalam buku “Tarbiyah Jihadiyah” :
Kekuatan jiwa hadir dalam diri seseorang melalui amal-amal shalih.
Sebaliknya, kelemahan jiwa hadir melalui perbuatan jahat, maksiat dan
perbuatan-perbuatan buruk. Oleh karena itu, Imam Ahmad menasehati orang
yang penakut, “Jika hatimu sehat, pasti engkau takkan takut.”
Jika hati seseorang sehat, ia tidak akan takut pada orang lain.
Perbuatan buruk itu ibarat racun, ia melemahkan hati sebagaimana racun
melemahkan perut dan usus. Sedangkan amal kebaikan itu seperti makanan,
ia menghidupkan hati dan membuatnya bersinar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan rumah
yang selalu disebutkan nama Allah di dalamnya dengan rumah yang tak
pernah disebutkan nama Allah laksana orang yang hidup dengan orang yang
mati.” (HR. Bukhari)
“Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan.” (HR. Muslim)
Menghidupkan rumah dalam hadits di atas adalah dengan amal-amal sunnah.
Jangan jadikan rumah seperti kuburan yang sepi dari amal shalih.
Adapun kekuatan fisik, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan (Hud berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu
bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras
untukmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan
janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud : 52)
Di dalam kitab Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah menulis sebuah
pasal yang menarik. Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa memandang sesuatu yang
diharamkan akan melemahkan mata, mencuri akan melemahkan tangan,
berjalan mendatangi hal-hal yang haram akan melemahkan kaki, dan memakan
barang yang haram akan melemahkan fisik secara keseluruhan. Dan
sesungguhnya, perbuatan baik akan menguatkan fisik.
Jadi, kekuatan fisik dan kekuatan hati datang dari amal. Sebaliknya,
lemahnya fisik dan hati datang dari perbuatan-perbuatan yang menyelisihi
kehendak Allah Azza wa Jalla. [BK]
