Bismillaahirrahmaanirrahiem..
Alhamdulillaahil ladzii jama’anaa haadzaa, wamaa kunnaa linajtami’a laulaa an jama’anallaah. (Segala puji bagi Allah atas pertemuan kita ini, dan tidaklah kita dapat bertemu kecuali Allahlah yang mempertemukan kita)
Uhayyikum ma’aasyiral ikhwaanii jamii’an, bitahiyyatil Islaam, assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. (Saya sampaikan salam pada Anda sekalian saudara-saudaraku, dengan salam sesuai ajaran Islam, assalaamu ’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh)
Ikhwan dan akhwat sekalian, hadirin dan secara khusus ibu Dubes yang menemani kita dalam acara ini. Sebelum saya lanjut saya ingin mengucapkan terima kasih dulu kepada ibu Dubes atas makan siang yang luar biasa tadi. Sayangnya kita tidak bisa mengundang Antum (hadirin – red) semua dalam acara makan siang itu.
Saudara-saudara sekalian, sebelum lanjut sekali lagi saya ingin tahu orang-orangnya masing-masing.
Yang dari Rusia dulu, mana Rusia? Berdiri.. Berdiri..
Dari Amerika? (Jawaban hadirin: masih di bandara). Belum sampai dia.
Dari Inggris? Tangannya gini (sambil mencontohkan salam 3 jari PKS ala Anis Matta).
Dari Jerman?
Dari Perancis?
Dari Itali? Dari mana lagi?
Belanda? Kalau ini bukan kader PKS. Ini warga negara Belanda. Ibu Dubes, dia sudah jadi warga negara Belanda bu. Jadi sudah keluar dari PKS. Kalau nggak salah dia anggota partai buruh di Belanda. Buat ikhwah di DPP ini bukan joke ya, ini benar beliau warga negara Belanda.
Kemudian dari Jepang? Berdiri, lihat ke kamera.
Kemudian kita ke Timur Tengah. Yang dari Mesir mana Mesir? Lihat ke kamera.
Dari Yordan?
Kemudian dari Saudi? Mana tadi yang tilawah (membaca Al Qur’an saat pembukaan acara – red) tadi, dari Riyadh?
Kemudian dari Syria tadi ada? Ini kalau ke sini berarti libur perang dulu ya..
Kemudian, Qatar? Lihat kamera dulu.
Kemudian, Sudan? Berdiri.. Berdiri..
Dari Kuwait?
Austria? Ini tetangga negara saya nih..
Dari Turki?
Kemudian dari mana lagi, sudah? Pakistan. Oh iya, tadi sama-sama main futsal soalnya.
Ikhwah sekalian, saya sengaja ingin menyebut ini satu per satu, dan dari DPP mudah-mudahan Antum sudah kenal semuanya ya?
Ini adalah sekjen PKS. Ini habis suaranya, jadi kalau saya jalan, mesti beliau ikut. Ini penting buat ibu Dubes. Saya ceramah, beliau yang nyanyi.
Nah, ini ada bendahara PKS, ini yang bayar.
Kemudian bersama kita ini ada dari Dewan Syariah. Ini alumni Riyadh.
Kalau sekjen ini alumni Jerman bu.
Kemudian ini ada tokoh kita dari NTB, ini para senior.
Ust. Arifinto, jadi kalau bicara AD/ART PKS, nah ini orangnya. Ini kamus berjalannya AD/ART PKS. Kemudian ini ada ust. Sumandjaya, kemudian ada kang Aus, sisanya ini adalah ketua-ketua bidang di DPP ada di GMPro, nanti insya Allah masing-masing Antum akan ketemu. Satu persatu, ada ketua bidang Seni Budaya, ada juga ekonomi dan pengembangan kewirausahaan, ada juga bidang pembangunan Umat, ini pemenangan pemilu, dan tim di belakang ini adalah staf dari masing-masing.
Saya sengaja ingin menyebut ini semuanya, supaya kita semua memiliki perasaan yang sama, bahwa dunia ini bukan hanya kecil karena dia sekarang digambarkan sebagai sebuah kampung kecil, tetapi terutama karena kita semuanya sekarang bisa merasakannya. Bahwa dunia tidak sebesar yang kita duga. Acara ini saya minta diselenggarakan kepada BHLN (Badan Hubungan Luar Negeri PKS – red) hanya dalam waktu satu pekan. Karena saya ingin tahu, kecepatan kita dalam mengorganisasi acara dalam skala dunia, itu seperti apa.
Dan ikhwah sekalian, dengan merasakan bahwa dunia itu menjadi kecil karena kita tidak lagi punya kendala operasional, tidak punya kendala untuk bergerak, tidak ada lagi sesuatu yang kita sebut jauh, maka cita-cita yang besar itu juga seharusnya bisa menjadi kecil dalam pikiran kita. Dan apa yang kita anggap besar atau dianggap besar oleh orang, seharusnya juga itu bisa menjadi kecil dalam pikiran kita.
Karena yang besar dan yang kecil itu, ukurannya bukan pada realitas, tetapi ukurannya pada cara kita mempersepsi apakah itu hal besar atau kecil. Acara ini memang pertama kali diselenggarakan oleh PKS, walaupun acara di masing-masing region itu selalu ada biasanya. Di Eropa sendiri, di Timur Tengah sendiri, dan seterusnya. Tetapi saya sengaja mengadakan acara ini dengan tiga tujuan.
Tujuan yang pertama adalah menyempurnakan semua langkah-langkah konsolidasi yang sudah kita lakukan sejak prahara yang lalu, sampai puncaknya kemarin di acara Milad PKS dan juga Rapimnas. Dan sekarang kita bikin closing yang manis di sini, dengan mengundang seluruh kader PKS di seluruh dunia yang ada insya Allah, untuk hadir di Istanbul ini.
Dan langkah konsolidasi ini saudara-saudara sekalian, tujuan utamanya saya kira bukan lagi mencegah demoralisasi dalam hati kita semuanya seperti yang dikira banyak orang, tetapi terutama adalah sekarang ini, dalam situasi sekarang ini, terutama bertujuan untuk mempertahankan kegembiraan di dalam diri kita semuanya. Mempertahankan keceriaan di dalam diri kita semuanya. Karena kita tidak bisa melakukan hal-hal besar di dalam hidup kita kecuali kalau mood yang bersumber dari kegembiraan itu ada di dalam diri kita semuanya.
Dan sengaja kita adakan ini di bulan empat, ini musim semi, musim bunga. Segala hal tumbuh di musim semi ini. Dan sekarang di Istanbul ada festival Tulip juga, supaya kita tahu bahwa insya Allah tahun 2013 ini, datang 2014, itu akan menjadi musim semi bagi PKS insya Allah.
Bersambung...
Sumber: dakwatuna.com