Surat kabar Inggris Independent menerbitkan artikel
berjudul “Mesir Terbelah Menanggapi Pembebasan Mubarak.” Dalam artikel itu
disebutkan bahwa saat hendak naik pesawat helikopter, kamera sempat
menjepretnya sedang tersenyum.
Independent mengomentari bahwa senyuman itu bisa mendapat
tanggapan baik dari rakyat Mesir, tapi juga bisa menjadi pukulan yang sangat
berat dan menyakitkan bagi revolusi yang mengorbankan banyak jiwa saat
menggulingkannya tahun 2011.
Imad Syahin, seorang pengamat politik di Mesir mengatakan
bahwa keluarnya Mubarak dari penjara adalah kemenangan telak musuh revolusi.
Saat ini orang-orang yang mengkritik tindakan penguasa
kudeta pasti akan dituduh telah berkhianat kepada negara. Sedangkan sekadar
memperlihatkan shock ketika melihat korban-korban pembantaian akan bisa
mengundang tuduhan-tuduhan yang dibuat-buat.
Di sisi lain, setelah Mubarak dibebaskan dari tuduhan
korupsi dan pembunuhan demonstran, ada puluhan laporan dan tuduhan baru yang
harus dihadapi Mubarak. Kepala kantor kejaksaan, Hisyam Barakat menerima
puluhan laporan yang menuduh mantan presiden Husni Mubarak beberapa jam setelah
Mubarak dibebaskan.
Kebanyakan tuduhan itu berkenaan dengan penyiksaan,
perlakukan tidak menyenangkan, dan pelanggaran HAM yang terjadi selama Mubarak
berkuasa. Hal itu karena Mubarak adalah panglima tertinggi kepolisian Mesir,
sehingga harus bertanggung jawab atas semua kejahatan kepolisian. Di antara
tuduhan itu, ada yang dilaporkan oleh lembaga HAM Mesir. (msa/dkw/aln)