Di hari keempat kejahatan kemanusiaan rezim Zionis Israel
di Jalur Gaza, seluruh dunia dalam satu suara mengecam kebrutalan tersebut dan
menuntut penghentian serangan militer Tel Aviv terhadap warga sipil yang tak
berdosa.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Martin Nesirkymengatakan, berlanjutnya situasi ini di Gaza yang padat dengan penduduk amat berbahaya dan operasi brutal di wilayah ini harus segera dihentikan.
Operasi berdarah militer rezim Zionis di Gaza dimulai sejak Rabu (14/11) ketika mereka meneror Komandan Brigade Syahid Izzuddin al-Qassam, Ahmad al-Jabari, sayap militer Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas). Penembakan lebih dari 100 rudal ke Gaza yang hanya mempunyai luas wilayah 365 kilometer persegi dengan jelas menunjukkan betapa kejamnya kejahatan Israel.
Meski dunia mengkhawatirkan terulangnya tragedi kemanusiaan di Gaza dan konsekuensinya, namun Benny Gantz, Kepala Staf Gabungan Militer Israeltetap menginstruksikan kepada pasukannya untuk meningkatkan operasi di Gaza dan pembunuhan terhadap warga di wilayah yang telah diblokade sejak tahun 2007 ini. Keputusan untuk memperluas operasi di Gaza dikeluarkan setelah pejabat Tel Aviv menyiapkan puluhan ribu pasukan cadangannya.
Kini militer rezim Zionis tengah bersiap-siap untuk memulai penyerangan ke Gaza dari semua sisi, baik darat, laut maupun udara. Kejahatan Israel diulang kembali ketika berbagai kerusakan di Gaza akibat agresi Israel selama 22 hari pada tahun 2008 masih banyak tersisa. Pasca empat tahun dari perang 22 hari itu, Gaza tetap dalam kondisi diblokade dan rezim Zionis menghalangi rekonstruksi wilayah tersebut.
Setiap militer Israel menyerang Gaza, mereka dengan sengaja menarget rumah-rumah penduduk, sekolah, rumah sakit, pusat-pusat pembangkit listrik dan pengairan. Pembunuhan terhadap warga Gaza dan pengrusakan rumah-rumah penduduk di wilayah itu merupakan peristiwa pahit yang terus terulang di abad ke-21 ini.
Serangan rezim Zionis ke Gaza dengan dalih apapun seperti menjamin keamanan di kawasan dan menarik suara dalam pemilu yang akan segera digelar di Palestina pendudukan (Israel) atau dengan tujuan terselubung lainnya tidak akan dapat menjustifikasi tindakan anti-kemanusiaan Israel.
Kini dunia menanti reaksi PBB, Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menghentikan berlanjutnya genosida di Gaza.
Gaza selama bertahun-tahun mampu bertahan menghadapi penjajah Israel. Pembantaian di Gaza telah menunjukkan jati diri rezim Zionis selama enam dekade terakhir di mana rezim ini adalah rezim haram di Timur Tengah.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Martin Nesirkymengatakan, berlanjutnya situasi ini di Gaza yang padat dengan penduduk amat berbahaya dan operasi brutal di wilayah ini harus segera dihentikan.
Operasi berdarah militer rezim Zionis di Gaza dimulai sejak Rabu (14/11) ketika mereka meneror Komandan Brigade Syahid Izzuddin al-Qassam, Ahmad al-Jabari, sayap militer Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas). Penembakan lebih dari 100 rudal ke Gaza yang hanya mempunyai luas wilayah 365 kilometer persegi dengan jelas menunjukkan betapa kejamnya kejahatan Israel.
Meski dunia mengkhawatirkan terulangnya tragedi kemanusiaan di Gaza dan konsekuensinya, namun Benny Gantz, Kepala Staf Gabungan Militer Israeltetap menginstruksikan kepada pasukannya untuk meningkatkan operasi di Gaza dan pembunuhan terhadap warga di wilayah yang telah diblokade sejak tahun 2007 ini. Keputusan untuk memperluas operasi di Gaza dikeluarkan setelah pejabat Tel Aviv menyiapkan puluhan ribu pasukan cadangannya.
Kini militer rezim Zionis tengah bersiap-siap untuk memulai penyerangan ke Gaza dari semua sisi, baik darat, laut maupun udara. Kejahatan Israel diulang kembali ketika berbagai kerusakan di Gaza akibat agresi Israel selama 22 hari pada tahun 2008 masih banyak tersisa. Pasca empat tahun dari perang 22 hari itu, Gaza tetap dalam kondisi diblokade dan rezim Zionis menghalangi rekonstruksi wilayah tersebut.
Setiap militer Israel menyerang Gaza, mereka dengan sengaja menarget rumah-rumah penduduk, sekolah, rumah sakit, pusat-pusat pembangkit listrik dan pengairan. Pembunuhan terhadap warga Gaza dan pengrusakan rumah-rumah penduduk di wilayah itu merupakan peristiwa pahit yang terus terulang di abad ke-21 ini.
Serangan rezim Zionis ke Gaza dengan dalih apapun seperti menjamin keamanan di kawasan dan menarik suara dalam pemilu yang akan segera digelar di Palestina pendudukan (Israel) atau dengan tujuan terselubung lainnya tidak akan dapat menjustifikasi tindakan anti-kemanusiaan Israel.
Kini dunia menanti reaksi PBB, Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menghentikan berlanjutnya genosida di Gaza.
Gaza selama bertahun-tahun mampu bertahan menghadapi penjajah Israel. Pembantaian di Gaza telah menunjukkan jati diri rezim Zionis selama enam dekade terakhir di mana rezim ini adalah rezim haram di Timur Tengah.
http://militer-hankam.pelitaonline.com/news/2012/11/19/israel-rezim-haram-di-timur-tengah#.UgYz4JFY6JE
