Tak mau kalah dengan daerah lain, Ahad (4/8/2013) Kota
Tangerang dibanjiri massa aksi solidaritas Mesir. Pelajar dan Mahasiswa yang
terdiri dari KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia), FORNUSA (Forum
Rohis Nusantara), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan FSLDK
(Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) ini berkumpul dalam tempat yang sama
untuk menyuarakan solidaritasnya pada Mesir yang kini masih bergejolak.
Selepas sholat Ashar berjama’ah, massa aksi berkumpul di depan Masjid Raya Al-Azhom Tangerang pada pukul 15.59 wib, yang disambung dengan taujih robbani (tilawah pembuka) oleh salah satu massa aksi (Dendy). Dilanjut dengan longmarch melalui lapangan Ahmad Yani (Alun-alun Kota).
Ditengah perjalanan menuju titik akhir, Arkan (Ketua KAMMI Kota Tangerang) mengatakan dalam orasinya “Mesir adalah yang pertama kali menyatakan kemerdekaan Indonesia, tanpa pengakuannya maka Indonesia sulit menjadi negara yang berdaulat. Mesir pula yang menyumbangkan begitu banyak uluran dana dan bantuan lainnya untuk Indonesia pada masa penjajahan.Warga Negara Indonesia dimanapun,seharusnya bisaturun aksi untuk mendukung keadilan di Mesir.”
Aksi menjelang berbuka puasa ini digelar benar-benar untuk menyatakan solidaritas kepada Mesir,juga meminta keadilan yang pasti. Atas dasar kemanusiaan pun menjadi alasan para insan terpelajar mengikuti aksi ini, keprihatinan yang bukan hanya untuk Mesir, tetapi untuk pemerintah Indonesia yang belum bisa tegas dalam menyikapi persoalan kemanusiaan ini.
Dengan penuh semangat, massa aksi yang hadir dari Kota Tangerang, Kab.Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak, Jakartaterus meneriakan “Indonesia.. Indonesia.. dukung Mesir.. dukung Mesir..!”. Hingga sampai titik simpul akhir, di depan Masjid Agung Al-Ijtihad Tangerang pada pukul 17.35 wib. Teaterikal yang menggambarkan situasi Mesir pun diperankan oleh beberapa massa aksi.
Sebelum ditutupnya aksi, Yudistira (Koordinator Lapangan) membacakan pernyataan sikap dengan lantang, salah satu redaksinya yakni “Aksi damai ini mengabarkan pada dunia bahwa keadilan haruslah ditegakan”. Penerbangan beberapa poster bergambar Moursi dengan balon udara menjadi akhir perjalanan aksi damai tersebut, pekikan takbir terdengar lantang dari berbagai sisi massa, sampai balon udara tinggi mengangkasa. Dilanjut dengan do’a bersama (dipimpin oleh Adit), untuk para syuhada di Mesir dan saudara-saudara disana, yang hingga saat ini masih berjuang ditengah ibadahnya kepada Allah pada bulan Ramadhan penuh berkah.
(@hestuSUGAR)/Islamedia
Selepas sholat Ashar berjama’ah, massa aksi berkumpul di depan Masjid Raya Al-Azhom Tangerang pada pukul 15.59 wib, yang disambung dengan taujih robbani (tilawah pembuka) oleh salah satu massa aksi (Dendy). Dilanjut dengan longmarch melalui lapangan Ahmad Yani (Alun-alun Kota).
Ditengah perjalanan menuju titik akhir, Arkan (Ketua KAMMI Kota Tangerang) mengatakan dalam orasinya “Mesir adalah yang pertama kali menyatakan kemerdekaan Indonesia, tanpa pengakuannya maka Indonesia sulit menjadi negara yang berdaulat. Mesir pula yang menyumbangkan begitu banyak uluran dana dan bantuan lainnya untuk Indonesia pada masa penjajahan.Warga Negara Indonesia dimanapun,seharusnya bisaturun aksi untuk mendukung keadilan di Mesir.”
Aksi menjelang berbuka puasa ini digelar benar-benar untuk menyatakan solidaritas kepada Mesir,juga meminta keadilan yang pasti. Atas dasar kemanusiaan pun menjadi alasan para insan terpelajar mengikuti aksi ini, keprihatinan yang bukan hanya untuk Mesir, tetapi untuk pemerintah Indonesia yang belum bisa tegas dalam menyikapi persoalan kemanusiaan ini.
Dengan penuh semangat, massa aksi yang hadir dari Kota Tangerang, Kab.Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak, Jakartaterus meneriakan “Indonesia.. Indonesia.. dukung Mesir.. dukung Mesir..!”. Hingga sampai titik simpul akhir, di depan Masjid Agung Al-Ijtihad Tangerang pada pukul 17.35 wib. Teaterikal yang menggambarkan situasi Mesir pun diperankan oleh beberapa massa aksi.
Sebelum ditutupnya aksi, Yudistira (Koordinator Lapangan) membacakan pernyataan sikap dengan lantang, salah satu redaksinya yakni “Aksi damai ini mengabarkan pada dunia bahwa keadilan haruslah ditegakan”. Penerbangan beberapa poster bergambar Moursi dengan balon udara menjadi akhir perjalanan aksi damai tersebut, pekikan takbir terdengar lantang dari berbagai sisi massa, sampai balon udara tinggi mengangkasa. Dilanjut dengan do’a bersama (dipimpin oleh Adit), untuk para syuhada di Mesir dan saudara-saudara disana, yang hingga saat ini masih berjuang ditengah ibadahnya kepada Allah pada bulan Ramadhan penuh berkah.
(@hestuSUGAR)/Islamedia