Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta
mengapresiasi sikap Partai Golkar yang mengundang para pimpinan partai politik
lain dalam Silatuhrahim Idul Fitri 1434 H yang digelar di Hotel Shangri La,
Jakarta, Senin (26/8/2013) malam.
Dalam perjalanan ke Hotel Shangri La, Anis mengaku
berbincang dengan rekan separtainya, Fahri Hamzah. "Fahri Hamzah bisik ke
saya di mobil. Itulah bedanya partai yang berkuasa 32 tahun. Jadi untuk kembali
berkuasa lagi, memang pantas-pantas saja," ucap Anis disambut riuh tawa
dan tepuk tangan tamu yang hadir.
Acara tersebut dihadiri Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sidarto Danusubroto, Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, Ketua
Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Suardi,
Ketum Partai Bulan Bintang MS Kaban, Ketua Umum Hanura Wiranto, para petinggi
parpol lain, serta ratusan kader Golkar.
Golkar mengaku mengundang semua pimpinan parpol peserta
pemilu 2014 untuk hadir dan menyampaikan pidato bertema kebangsaan. Namun,
pimpinan PDIP, PKB, PPP, PAN, PKPI, dan Nasdem tidak hadir.
Anis menilai, pertemuan para pimpinan parpol kali ini
membuat suasana politik yang tadinya berbahaya menjadi lebih asik. Untuk itu,
ia mengaku mesti banyak belajar dengan para politisi senior, khususnya politisi
Golkar.
Meski ada jeda sebagai penguasa, kata Anis, namun akumulasi
pengalaman panjang Partai Golkar di kekuasaan membuat politisinya jauh lebih
matang ketimbang orang-orang yang baru berkecimpung di dunia politik.
Dalam pidato tanpa teksnya, Anis juga mengapresiasi
kinerja Presiden SBY selama hampir dua periode. Salah satu prestasi tersebut,
kata dia, Indonesia tidak lagi berbicara tentang demokrasi yang rapuh.
Indonesia dinilai hampir menuntaskan semua pekerjaan untuk melalui proses
transisi menuju demokrasi yang lebih maju.
"Itu sebabnya saya yakin pemilu 2014 adalah pemilu
yang akan mengantarkan kita menjadi bangsa yang lebih kuat. Sudah waktunya
memberi kontribusi yang lebih besar bagi kehidupan manusia. Sehingga kita tidak
lagi sekedar berpikir menyelesaikan persoalan kita di dalam negeri, tetapi juga
berpikir membantu saudara-saudara kita di luar sana sebagai negara besar,"
pungkas mantan Pimpinan DPR itu. (KOMPAS)
