Transkrip Taujih Presiden PKS Anis
Matta
“Silaturahim Cinta”
Graha Mandala Alam, Bandar Lampung
Minggu, 30 Juni 2013
Assalamu’alaikum warohmatullahi
wabarokaatuh.
Ikhwan dan akhwat yang saya cintai
khususnya para mas’ulin di DPW Lampung juga para undangan kita (Cawagub
Bachtiar Basri, Bupati Tulang Bawang Hanan A Rozak, Plt Bupati Tulang Bawang
Barat Umar Ahmad, ket). Saya bersyukur sekali pagi hari ini dapat bertemu antum
semuanya. Ini adalah DPW ke22 yang saya kunjungi sejak saya menjadi Presiden
PKS.
Saya memutuskan untuk berkeliling ke
seluruh DPW, bertemu dengan kader sejak prahara yang menimpa partai kita ini
hanya untuk meyakinkan diri saya sendiri prahara ini tidak mencabut senyum dari
wajah antum semuanya [audiens: Allahu akbar!]
Saya ingin meyakinkan diri saya
sendiri bahwa prahara ini tidak membuat kader-kader PKS kehilangan rasa percaya
diri [Allahu akbar!]. Saya juga ingin meyakinkan diri saya sendiri bahwa
prahara ini adalah kiriman Allah SWT untuk memicu dan membesarkan partai kita
saat ini. Insyaallah. [Allahu akbar!]
Dan itulah yang saya temukan. Itulah
yang saya temukan sepanjang saya berkeliling. Dan karena itu setiap kali saya
ditanya apakah prahara ini akan meruntuhkan, menjatuhkan elektabilitas PKS?
Saya jawab tidak. Itu tidak akan terjadi.
Kenapa itu tidak akan terjadi?
Karena justru setelah kita mendapat prahara ini kita justru mendapat
kemenangan-kemenangan besar. Bukan hanya di dua provinsi besar. Bukan hanya di
Jawa Barat dan Sumatra Utara tapi juga kota kabupaten di berbagai tempat.
Terakhir kemarin kemenangan di Kota Bandung dengan perolehan suara sebesar 45%.
Dan insyaAllah besok 1 Juli masih
ada satu lagi pilkada gubernur di Maluku Utara. Dan insyaAllah mudah-mudahan
kita juga akan memenangkan pilkada gubernur ini. Yang maju saudara kita, kader
kita Ust Abdul Ghani Kasuba dulu Ketua DPW Maluku Utara, lalu anggota DPR RI,
sekarang Wagub. Sekarang calon gubernur. Mudah-mudahan besok kita mendapat satu
tambahan berita gembira.
Saudara-saudara sekalian,
Karena itu saya percaya bahwa Allah
SWT menurunkan satu kaidah dalam kehidupan kita ini bahwa semua amal iman,
semua amal aqidah, semua amal yang dimulai atas nama iman dan aqidah akan
mempunyai satu sifat yang ditakdirkan Allah SWT yaitu sifat PERTUMBUHAN
BERKESINAMBUNGAN.
Semua amal iman, semua amal aqidah
pasti ditakdirkan Allah SWT terus bertumbuh dan tak berhenti bertumbuh. Gerakan
dakwah ini adalah amal iman, adalah amal aqidah yang sudah kita mulai sejak
lama bahkan sebelum kita mendirikan partai politik.
Maka Allah akan takdirkan gerakan
ini terus bertumbuh tanpa henti. Kita percaya pada keyakinan ini bahwa tidak
ada satu kekuatan di dunia ini termasuk di negeri ini yang bisa menghentikan
laju gerakan dakwah ini insyaallah.
***
Saudara-saudara sekalian,
Kita sekarang ini memang menghadapi
tantangan besar. Saya yakin antum juga merasakan bagaimana tantangan ini
menekan perasaan kita semuanya. Tapi marilah kita persepsi tantangan ini dengan
cara yang lain. Dalam persepktif iman. Kita kembali pada Al Quran kita kembali
pada sejarah para nabi kita untuk mencari inspirasi tentang bagaimana mereka
memandang tantangan-tantangan seperti ini.
Tantangan yang pertama kita hadapi
tentu saja tantangan dari luar: dari para kompetitor kita. Dan saya kira antum tahu
tantangan apa yang sedang kita hadapi ini. Tapi yang penting bagi kita bukanlah
tantangan itu, yang penting adalah cara kita mempersepsi tantangan tsb.
Nah ikhwah sekalian,
Tidak pernah ada dalam sejarah
nabi-nabi itu satu model kehidupan yang ringan. Tidak pernah ada hidup yang
santai. Hidupnya selalu keras. Tapi mereka selalu santai dalam menghadapi
tantangan yang keras itu. Tahu kenapa? Karena mereka percaya bahwa tidak ada
satu peristiwa yang terjadi tanpa kehendak Allah SWT. Itu yang mereka percaya.
Bahkan ketika Nabi Yunus ada dalam
perut ikan hiu. Apa yang bisa dilakukan orang dalam perut ikan hiu? Masih ada.
Doa. Doa itu juga pekerjaan. Apa doa Nabi Yunus? Jadi Yunus cuma berdoa memuji
Allah dan mengakui kesalahannya. Subhanaka inni kuntu minazh zholimiin.
Itu yang terus diucapkan. Dan alhamdulillah ia dilepehkan oleh ikan hiu itu.
Kata orang Palestina pada orang
Yahudi: silakan minum darah kami. Itu darah pahit..
Iman kepada takdir ini, satu dari 6
rukun iman, yang harus kita perbaharui lagi dalam diri kita semua.
Memahami makna takbir yang kita ucapkan. Bahwa Allah Maha Besar dan semua yang
lain itu kecil. Dan kita percaya bahwa apapun yang terjadi di bumi ini atas
kehendak Allah SWT.
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah
SAW, jika seluruh dunia ini berkumpul memberi manfaat tidak akan ada manfaat
kecuali yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT dan sudah ditulis sebelumnya.
Begitu juga tidak akan ada satu mudharat walau seluruh manusia berkumpul
kecuali apa yang sudah ditetapkan Allah SWT. Dalam perspektif iman inilah
seharusnya kita menghadapi, meyakini, mempersepsi dan melihat seluruh
tantangan besar yang sedang kita hadapi.
Nah ikhwah sekalian,
Kalau kita ukur dengan tantangan
yang dihadapi oleh generasi dakwah terdahulu tidaklah terlalu besar. Tapi ini
adalah sifat perjalanan dakwah yang tidak pernah sepi dengan tantangan. Bukan
hanya sebelum berkuasa. Bahkan setelah berkuasa juga tantangan tak akan hilang.
Lihat Turki. Erdogan bekerja keras 10 tahun meningkatkan taraf hidup
masyarakat, mengangkat nama Turki di dunia dan menciptakan kemajuan yang luar
biasa. Tiap hari diganggu.
Mesir juga sama. Justru tantangan
makin besar. Jadi ini sifat perjalanan ini. Maka kita harus menyiapkan
diri, menyiapkan mental untuk jenis perjalanan yang seperti ini.
Jika kita kembali pada tantangan
dari luar, serangan-serangan pada PKS ini, saya ingin menjelaskan satu kaidah.
Bahwa dalam quran ayat konspirasi bukan hanya dihubungkan dengan takdir tapi
juga yang bagus bahwa kerja konspirasi hanya dinisbatkan pada dua pihak.
Pertama pada orang kafir, kedua pada Allah SWT. Tidak ada yang dinisbatkan
kepada orang beriman.
Misalnya, Allah mengatakan wamakaru
wama karallah. Mengapa bukan wamakaral mukminun. Supaya kita tahu
kaidah ini.
Artinya konspirasi ini jangan
dijawab dengan serangan yang sama. Dikembalikan ke langit, supaya kita punya
waktu istirahat. Wamakaruu wamakarallah. Karena tidak ada perintah, ini
barang kita kembalikan pada Allah SWT. KIta tidak diminta melakukan konspirasi
yang sama. Biarlah Allah SWT yang mengurus orang-orang itu semua.
Antum masih mengingat kisah ashabul
kahfi? Tujuh anak muda dikejar-kejar negara, jadi buron, lari sembunyi lalu apa
takdir Allah pada mereka? Tidur. Ada perintah melawan? Tidak ada. Seakan-akan
Allah ingin mengatakan ‘Hai anak muda, silakan kamu tidur, biar saya urus ini
orang.’ Begitu mereka bangun, itu kerajaan sudah tidak ada. Mata uangpun sudah
ganti.
Jadi perlawanan dengan tidur itu
dahsyat sekali. Kenapa tidur itu dahsyat? Karena tidur itu menunjukkan
kepasrahan. Hanya orang yang benar-benar pasrah, yang tenang jiwanya yang bisa
tidur dengan nyenyak. Orang paranoid tidak bisa tidur, pasti insomnia.
Makanya kita diajarkan doa sebelum
tidur. Ah, pasti antum tidak diajarkan Ustadz Komar (Komiruddin Imron, Ketua
DSW Lampung, ket.) doa yang panjang. Bismika Allahumma ahya wa amuut.
Hanya doa yang pendek.
Yang panjang itu kira-kira bunyinya
begini: Allahumma inni aslamtu nafsi ilayk. Ya Allah kuserahkan jiwaku
padaMu. Wa alja’tu zhohri ilayk. Dan kusandarkan punggungku padaMu. Wa
fawadhtu amri ilayk. Dan kuserahkan semua urusanku padaMu. Laa malja’a.
Tidak ada tempat pergi, tempat berlari. Walaa man jaminka. Tidak
ada juga tempat berlindung dariMu. Illa ilayk. Kecuali hanya padaMu. Amantu
bikitabikalladzii andzalt wa bi rosuulikalladzii arsalt. Aku beriman kepada
kitab yang Kau turunkan dan Nabi yang Kau utus. Baru baca syahadat. Baru
tidur.
Perhatikan. Jiwa kita serahkan.
Punggung kita sandarkan. Perkara juga kita serahkan. Jadi jangan cuma jiwa kita
serahkan tapi juga masalah. Insyaallah tidur kita nyenyak. Iman kepada takdir
ini adalah kesadaran akan qudratullah.
Saya selalu mengulangi kisah ini.
Tapi kisah ini luar biasa menginspirasi kita semua.
Dalam hati saya , saya merasakan
pembukaan kisah ini seakan tampak di depan kita. Dalam Surat Al Qashas.
Permulaan surat itu dimulai dengan sebuah statemen. Thoo siin miim. Tilka
aayatul kitaabil mubiin …
Sesungguhnya Fir’aun telah melampaui
batas di dunia ini. Dia pecah belah rakyatnya. Dia lemahkan sebagian kelompok
dari rakyatnya sendiri. Dia sembelih anak laki-lakinya. Dan dia hidupkan
anak-anak perempuan.
Firaun dikagetkan oleh mimpi tentang
lahirnya seorang bayi laki-laki yang akan menjatuhkan kerajaannya. Menurut
riwayat, jumlah anak laki-laki yang dibunuh 600 ribu. Penduduk Bandar Lampung
berapa? 1 juta? Kalau Fir’aun hidup di Bandar Lampung bisa jadi 50% penduduk
hilang.
Sesungguhnya Fir’aun termasuk
orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan Kami hendak memberi karunia kepada
orang-orang yang dizalimi, dilemahkan. Dan hendak menjadikan mereka pemimpin
dan Kami ingin menjadikan mereka pewaris di bumi. Dan kami tancapkan kekuasaan
mereka di bumi ini. Lalu Kami perlihatkan kepada Firaun beserta Hamam dan
tentara-tentaranya segala hal yang mereka takutkan.
Setelah membuat statemen ini, dimulailah
kisah Nabi Musa. Kisah ini dimulai dengan sebuah permainan satu hari. Apa itu? Wa
aw hayna ilaa ummi muusa.Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa. Coba bayangkan.
Ada raja sedang mencari bayi laki-laki, yang sudah membunuh ratusan bayi. Di
tengah pencarian bayi laki-laki itu, lahir Nabi Musa.
Waktu PKS lahir, rezim orde baru
sudah tidak ada. Artinya waktu kita lahir itu hidup kita jauh lebih baik dari
saat Nabi Musa as. Tapi saat Musa lahir sudah ada pencarian.
Lalu Kami wahyukan ibu musa ‘Susui
bayi ini. Kalau kamu takut keselamatan bayi ini, buang ke sungai.’ Mana ada
bayi dibuang di sungai. Ibu-ibu di sini tahu apa arti perintah ini. Bayi
dibuang ke sungai. Tapi Allah ingin memperlihatkan sebuah drama yang diaturNya
sendiri dengan caraNya sendiri.
Walaa takhoofii walaa tahzanii. Wahai ibunya Musa, kamu jangan takut dan tidak perlu sedih
kalau bayi itu kamu buang ke sungai. Kami akan kembalikan bayi itu padamu dan
akan kami angkat sebagai seorang Rasul. Perhatikan. Sebuah drama dimulai.
Dibuanglah Nabi Musa ke sungai.
Entah bagaimana. bayi itu di dalam kotak. Saya sedang berimajinasi ya, bayi itu
di dalam kotak sedang menari-nari tidak tahu dibawa sungai kemana tiba-tiba
kotak itu masuk ke dalam istana. Sungai yang ada di pinggir istana. Waktu masuk
ke istana, keluarga Firaun sedang mandi-mandi. Dipungutlah bayi itu oleh istri
Firaun. Lihat. Semua ini seperti kebetulan padahal sesungguhnya ini adalah
perencanaan.
Supaya bayi ini menjadi musuh bagi
mereka dan menjadi sumber kesedihan. Sesungguhnya Fir’aun dan Hamam dan seluruh
tentaranya benar-benar salah.
Begitu bayi ini dipungut istri
Firaun ternyata ia langsung jatuh cinta dengan bayi itu. Tidak pakai bertanya
lagi kok bayi ini bisa ke sini ya? Logikanya tidak ada. Siapa yang membuat
istri Fir’aun cinta pada bayi itu? Qurratu ‘aynin lii walak. Ini adalah
sumber kegembiraanmu dan aku. Kenapa dia ga lapor Firaun, nih ada satu bayi
lagi nih.
Tapi yang lebih penting adalah
reaksi Firaun. Ketika istrinya berkata “Jangan bunuh dia. Karena bayi ini bisa
bermanfaat bagi kita. Kita angkat menjadi anak.” Dan tiba-tiba Firaun
dilembutkan hatinya. Tiba-tiba dia ingin tampil menjadi suami yang baik. Jadi
usul istrinya diterima. Mungkin dia tidak cinta pada bayi itu tapi dia cinta
pada istrinya. Raja bengis yang sudah membunuh ratusan ribu bayi.
Ini semua hanya tombol-tombol
perasaan yang dipencet Allah SWT lalu semua berubah. Semua adalah takdir yang
diciptakan Allah SWT. Tiba-tiba bayi Musa masuk daftar pengecualian. Padahal
Musa tidak dicari. Ia menyerahkan dirinya pada orang yang ingin membunuhnya,
sambil tersenyum.
Coba antum perhatikan ikhwah
sekalian, ada dalam lingkaran istana, ibu Musa benar-benar cemas. Hatinya
kosong, miris, takut, cemas. Hampir-hampir dia datang mengakui ini bayi saya.
Tapi Kami kendalikan hatinya agar ia menjadi orang beriman. Lalu Kami ilhamkan
ia mengutus saudara perempuan Musa. Kamu datang kepada mereka, sampaikan kepada
mereka.
Dan kami haramkan seluruh susu
wanita yang ada di istana yang cocok dengan bayi Nabi Musa. Maka berkatalah perempuan
ini (saudara perempuan Nabi Musa), inginkah kalian kutunjukkan keluarga yang
bisa menyusui bayi ini. Keluarga ini berkata, itulah yang kami cari-cari.
Jadi antum perhatikan. Tidak ada
lagi yang bertanya atau berpkir kritis kenapa bayi ini bisa masuk istana. Semua
larut dalam kasih sayang pada bayi ini dan cemas bayi ini tidak makan. Maka
Kami kembalikan Musa pada ibunya. Begitu ibunya menyusui, Musa pun meminum air
susu ibunya.
Kalau kita menyaksikan panorama pada
hari itu, mungkin kita akan bilang, “Ih, Firaun PKS banget.” Coba antum
perhatikan. Hanya ada satu tombol. Adakah lobi-lobi politik di situ? Tidak ada.
Sama dengan antum lihat kisah Nabi
Yusuf yang sering saya ulangi. Mereka (saudara-saudara Nabi Yusuf) memutuskan
membunuh nabi Yusuf tapi satu orang di antara mereka mengatakan jangan kita
bunuh, buang saja ke tempat yang jauh. Nanti ada musafir yang lewat biar dia
diambil. Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya mengatakan satu orang yang
berkata itu adalah saudara tertua.
Kelihatannya Ketua Majelis. Jangan bunuh.
Jadi antum perhatikan ikhwah
sekalian, siapa yang merubah ide mereka dari bunuh menjadi buang. Bunuh, buang,
bunuh, buang. Ini kan sama dengan keluar, tidak, keluar, tidak.
Begitu diswitch idenya dari
bunuh menjadi buang, jarum sejarah berubah, arah sejarah berubah. Mereka pikir
begitu Yusuf dibuang ke sumur, riwayat selesai. Mereka tunjukkan baju Yusuf
kepada ayahnya, Yusuf dimakan serigala, dikasih darah sedikit. Nih. Mereka
pikir riwayat Yusuf selesai.
Di dalam sumur itu Allah SWT
memberikan wahyu kepada Yusuf. Antum perhatikan. Wa awhayna ilayhi, kami
wahyukan kepada Yusuf di dalam sumur itu – sama dengan tadi ibu musa wa aw
hayna ilaa ummi muusa …
Nanti kamu akan ceritakan ulang apa
yang telah terjadi ini dan mereka tidak sadar.
Saya tanya antum semuanya. Dimana
yusuf menceritakan ulang peristiwa itu pada saudara-saudaranya? (audience
scream out loud): ISTANA!! Dimana? ISTANA! Coba ulangi sedikit? ISTANA! Yang
besar.. ISTANA!!! Dimana? ISTANA! Dimana? ISTANA!!!
Mudah-mudahan kita akan menceritakan
hal yang sama di tempat yang sama [takbir, big applause].
Jadi ikhwah sekalian. Orang pikir
itu peristiwa, riwayat Yusuf selesai. Begitu dibuang ke sumur,
saudara-saudaranya pulang, ada musafir lewat. Begitu dia mau ambil air, yang keluar
anak muda. Dan mereka pikir mereka tidak perlu anak muda ini. Akhirnya dibawa
ke kota untuk dijual. Tahu-tahu yang beli orang istana. Masuklah dia ke dalam
istana.
Jadi alam raya ini dikendalikan
Allah SWT. Oleh karena itu Allah katakan di akhir Surat Yaasin, dan saya minta
seluruh kader banyak-banyak membaca surat Al Baqarah, Yaasin, Ash-Shofat, Al
Waaqiah, Al Mulk, Al Ikhlas dan al mauizhatayn.
Bagaimana akhir dari Surat Yaasin? Innamaa amruhu
idzaa araada syay-an an yaquula lahu kun fayakuun. Fasubhaanlladzii
biyadihi malakuutu kulli syay-in wa-ilayhi turja’uun. Kelihatannya antum
rajin baca ini surat. Kira-kira berapa hari Nabi Yusuf dalam sumur itu.
Yang ini pulang, yang itu datang. Ini kan masalah jadwal. Dan jadwalnya ada di
Allah SWT. Dan sebuah sejarah selesai.
Ini dikisahkan untuk menunjukkan
kepada kita semua peristiwa sejarah ini ada dalam genggaman Allah SWT.
Karena itu ikhwah sekalian, begitu kita menghadapi tantangan yang besar seperti
sekarang ini kita persepsi dulu ini semua dalam kehendak Allah SWT.
Dan kedua, kita hanya disuruh Allah
SWT untuk mengembalikan serangan bukan kepada musuh tapi kepada Allah SWT. Nah,
kita tidur kan. Kita rehat.
Kalau kita mengembalikan kepada
Allah SWT, itu jugalah yang menjelaskan mengapa dalam Islam itu Allah
mengatakan idfa’ billati hiya ahsan. Balaslah sesuatu dengan sesuatu
yang lebih baik. Kita tahu orang ini berkonspirasi kepada kita. Nanti kita
berkuasa apakah kita akan balas dendam kepada mereka? [TIDAAK!}
Kita ini adalah pembawa api cinta
dalam kehidupan manusia.
Kita tidak lawan itu karena kita
juga cinta pada orang-orang yang melakukan konspirasi itu kepada kita. Nanti
suatu waktu kita berkuasa kita tidak akan membalas orang-orang yang sudah
melakukan konspirasi itu kepada kita.
Kita hanya akan bercerita seperti
Nabi Yusuf bercerita kepada saudara-saudaranya. Hanya cerita-cerita. Tidak ada
balas dendam. Hanya cerita buat memori. Iya kan? Supaya semua orang tahu bahwa
kita ini sekali lagi adalah pembawa api cinta dalam kehidupan manusia.
Dakwah ini ikhwah sekalian, adalah
cinta. Kita datang untuk menyelamatkan orang. Kita datang untuk membawa orang
ke jalan kebenaran. Boleh jadi orang menyerang kita karena tidak memahami siapa
kita. Dan karena itu perlu waktu bagi mereka untuk memahami.
Bahkan ketika Nabi Yusuf melakukan
siasat kepada saudara-saudaranya memasukkan timbangan ke dalam karung. Ia
sedang membuat permainan cinta. Dimasukkan supaya kamu balik lagi membawa
saudaranya yang bernama Benyamin. Begitulah Yusuf memulai sebuah cerita.
Setelah itu bapaknya disuruh datang. Setelah itu barulah ia cerita semuanya.
Siasat Yusuf itu adalah siasat
cinta. Politik Yusuf juga adalah politik cinta. Ia tidak mau menyusahkan
saudaranya. Ia membuat politik menjadi sebuah game. Sebuah permainan
yang lucu, yang menarik.
Ia katakan. Saya bersyukur kepadaMu
yang telah mempertemukan aku dengan saudara-saudaraku ini setelah Engkau Ya
Allah mencabut apa-apa yang telah dilakukan syaitan, yang telah
mempertengkarkan aku dengan saudara-saudaraku ini.
Tapi antum perhatikan, dalam ayat
itu Yusuf akhirnya mengatakan. Inna Robbi lathiifun liman ya syaa.
Sesungguhnya Tuhanku jika ada maunya Dia mencapainya dengan cara yang sangat
lembut. Tuhan kalau ada maunya, ia memberlakukan takdirnya dengan cara yang
sangat halus. Orang tidak tahu. Dan kita tidak tahu apa yang kehendak
Allah semuanya selain dari apa yang kita percaya bahwa amal iman itu Allah
takdirkan untuk terus bertumbuh.
Dan boleh jadi Allah SWT memberikan
kita musibah ini hanya untuk menguatkan kita dan memicu kita untuk terbang
lebih tinggi insyaallah.
***
Nah, ikhwah sekalian,
Kalau kita sudah tahu cara
menghadapi tantangan dari luar tadi, maka kita harus siap menghadapi tantangan
kedua yaitu tantangan dari pemilih. Pemilih ini ikhwah sekalian, selama 3 tahun
terakhir dan saya kira bahkan selama 15 tahun terakhir selama masa reformasi
menyaksikan politik yang gaduh. Penuh dengan konflik dan tidak menarik.
Tadi malam saya ngobrol dengan
anak-anak muda Slankers sama komunitas mobil, ya. Vespa dst. Saya tanya beberapa
orang di antara mereka itu. Apa yang Anda rasakan kalau Anda menonton
debat-debat di tivi itu? Dia bilang “Bingung. Ga tau apa itu.”
Jadi orang-orang ini tiap hari
menonton peristiwa-peristiwa di tivi yang membuat mereka semakin benci kepada
politik. Tidak suka kepada partai politik. Dan tidak suka juga kepada politisi.
Tidak percaya kepada semua. Alah, semua sama saja. Termasuk PKS. Sama saja!
Ternyata semua suka uang. Suka wanita.
Dan ikhwah sekalian, ini ada
gelombang ketidakpercayaan terhadap partai-partai politik. Inilah yang disebut
deparpolisasi. Saya men-trace, mengikuti semua survei yang ada, jika
boleh mengambil kesimpulan, angka undecided, orang yang belum memilih
lebih dari 30%.
Tapi angka orang yang sudah memilih
dan masih akan berubah lebih dari 50% daripada yang sudah memilih. Artinya,
total orang yang belum punya piihan yang fix bisa 60—70%. Orang-orang tidak
percaya kepada partai politik. Jadi nanti mereka akan memilih di akhir, kalau
toh mereka mau.
Dan inilah tantangan kita sekarang
ini ikhwah sekalian.
Sampai-sampai ada anekdot yang
sering saya ceritakan juga berulang-ulang. Ada seorang gadis yang sudah menikah
3 kali tapi masih perawan. Suatu waktu dia konsultasi ke dokter.
Dokter bertanya bagaimana bisa tetap
perawan. Suaminya yang pertama ternyata impoten sehingga malam pertama dan
malam-malam selanjutnya tak terjadi apa-apa. Lalu kami bercerai. Suami kedua
seorang gay. Seorang homoseks. Lebih suka laki-laki daripada perempuan. Jadi
malam itu tidak terjadi apa-apa. Malam selanjutnya, malam selanjutnya tidak
terjadi apa-apa. Akhirnya kami bercerai.
Suami kamu yang ketiga apa? Kata
perempuan ini, suami saya yang ketiga politisi. Dokter bertanya, tidak impoten
kan? Oh, tidak. Juga bukan gay kan? Bukan. Jadi tidak impoten, bukan gay, lalu
apa masalahnya? Masalahnya adalah dia cuma janji-janji tapi tidak pernah
datang. (LOL LOL).
Jadi itu anekdot yang dibuat orang
betapa tidakpercayanya orang kepada politisi.
Nah, ikhwah sekalian, kalau orang
tidak percaya kepada kata jangan bikin janji. Orang kita kasih janji dia tidak
akan percaya. Iya kan? Jadi kita tidak perlu banyak janji-janji sekarang.
Sekarang kalau orang tidak percaya pada kata-kata, kita masih punya sorot mata.
Andalkan sorot mata.
Bagaimana caranya ikhwah sekalian?
Caranya dengan silaturahim. Turunlah pada seluruh kelompok masyarakat tanpa
kecuali. Jangan ada sekat antara antum dengan masyarakat ini. Turun dan temui
mereka semuanya. Dan jangan antum pikir antum akan mudah menemui orang di mesjid.
Di mesjid tidak banyak orang sekarang.
Dimana ada kerumunan, di situ antum
datang. Di warung-warung kopi, di semua tempat orang berkumpul, datang. Temui
mereka. Beri salam. Afsyus salaam. Tebarkan salam. Wa ath’imuth
tho-am. Dan berikan makan. Nah ini maksudnya mentraktir. Jadi mentarktir
orang itu tradisi Nabi. Itu tradisi Nabi kalau kita bawa ke dalam politik,
insyaAllah top hasilnya.
Wasilul arham. Dan sambung tali silaturahim. Jadi saya bilang ke
ikhwah-ikhwah di DPTW semalam, kantor antum sekarang bukan lagi DPW tapi rumah
warga, warung-warung kopi, tempat orang ngumpul. Di situ kantor antum sekarang.
Kantor DPW nanti buat logistik, menyiapkan bendera buat sebelum dipasang.
Tapi antum semuanya sekarang jangan
ada di situ. Turun. Kantor saya sekarang juga bukan di DPP. Di jalanan. Semua.
Dan saya bilang ikhwah sekalian, kita bikin peraturan, sejak saya jalan jangan
ada naik kelas bisnis. Kita naik kelas ekonomi semuanya. Tanpa kecuali. Supaya
kita bertemu dengan orang.
Pertama kali prahara ini terjadi saya
katakan kepada ikhwah, ayo kita masuk ke bandara pake baju PKS. Jangan ke longue.
Kita ke waiting room. Ga usah ngomong-ngomong. Kita diam saja berdiri
begitu. Pelan-pelan orang berbisik. Itu PKS. Itu PKS. Lama-lama orang datang
minta foto bareng. Nah.
Jadi ikhwah sekalian, kita perlu
mencairkan politik ini menjadi sesuatu yang benar-benar punya rakyat.
Sebenarnya masyarakat Sumatra secara umum, kemarin saya juga mengatakan ini
mungkin khusus di Sumatra Utara, Sumatra Barat, kalangan masyarakat Sumatra
bahwa pada dasarnya politik itu bukan di DPRD, bukan di kantor gubernur tapi di
warung-warung kopi.
Dan politik itu sebenarnya apa sih?
Itu kehidupan kita sehari-hari. Negara ini hanya sebuah organisasi sosialyang
diperlukan oleh manusia untuk mengatur dirinya sendiri. Itu organisasi. Sama
dengan rumah tangga, sama dengan yayasan, sama dengan sekolah, sama dengan
perusahaan. Bedanya cuma skala. Skala negara lebih besar daripada organisasi
rumahtangga, yayasan, sekolah, dan perusahaan. Itu saja.
Dan inti dari negara adalah manusia.
Jadi kalau orang di Jakarta buat
keputusan menaikkan harga BBM, orang di daerah bisa bicara. Mereka bicara,
mempertanyakan neraca rumah tangga mereka. Kalau BBM naik, ongkos angkot naik
mereka masih bisa bayar ga? Kan itu yang dibicarakan orang. Itulah
sebabnya kita harus turun dan mendengar dari masyarakat, ikhwah sekalian.
Dan di dalm survei saya menemukan
hal yang aneh. Orang-orang di luar sana punya persepsi terhadap PKS ini sebagai
partai yang tidak mau bergaul. Bahkan ada yang mengatakan ini islamnya beda.
Saya ke lapangan, saya cek pantas juga orang mengatakan begitu.
Saya ke Demak, orang-orang
mengatakan bahwa PKS tidak akan dapat suara salah satunya karena anti tahlil
dan anti ziarah kubur. Jadi saya pergi ziarah ke makam Sunan Kalijaga juga ke
Raden Patah. Waktu berkunjung ke sana saya diantar oleh DPD. Sekretaris DPD
saya tanya, antum sudah pernah kesini ga sebelumnya? Belum pernah, Ustadz.
Pantas orang bilang begitu.
Kita ini orang-orang soleh jam 9
malam sudah tidur. Tidak gaul. Setelah itu kita cuma bergaul dengan orang-orang
masjid. Padahal coba antum perhatikan apa yang dilakukan Nabi-nabi
seperti dalam Al Quran. Mereka makan, mereka minum. Apa lagi? Wa yamsyuna
bil aswaq. Mereka juga jalan-jalan di pasar. Masalahnya PKS, kita ke pasar
ga ada orang PKS di pasar. Iya kan? Nah, sekarang kita ingin semua tempat yang
tidak ada kader PKS ini dipenuhi oleh kader PKS.
Di Election Update yang kemarin kita
buat satu konsep yang disebut pacarita. Ini pake bahasa Makassar. yaitu
tukang cerita. Story teller.
Jadi bentuklah tim sekarang ini,
bikin daftar warung kopi tempat orang-orang kumpul. Bentuk tim, serbu
tempat-tempat itu semuanya, bikin daftar ngopi dimana setiap hari, ngobrol
dengan orang-orang di situ. Cerita-cerita. Cerita aja terus.
Nanti kalau sudah ada caleg. DCT
sudah ditetapkan nanti, tukang cerita kerjanya memoles itu caleg.
Dipoles-dipoles sampai mengkilap. Saya punya jago beda bos dengan yang lain,
nih. Nah, begitu calegnya datang, orang sudah punya persepsi sebelumnya.
Apalagi Lampung ini targetnya tumbuhnya 100%. Dari 2 kursi jadi 4 kursi. Dan
yang kita pertaruhkan ini Ketua DPW. Ini tidak boleh gagal.
Jadi ikhwah sekalian. Ini yg harus
kita lakukan. Turun. Dulu antum kenal yang namanya Babinsa, tentara yang ada di
kampung-kampung itu. Nah sekarang bikin tim Babinsa itu. Kerjanya
nongkrong-nongkrong dengan masyarakat. Malam-malam. Kalau orang pake sarung,
pake sarung juga. Jangan pakaian yang beda dengan mereka. Tidak perlu pake baju
PKS. Yang penting ada nomor 3-nya.
Jadi kalau orang pake sarung antum
pake sarung. Mereka begadang, antum ikut begadang. Kali ini ikhwah sekalian,
begadang ada perlunya. Begadang sekarang pekerjaan. Bukan untuk buang waktu
tapi ini pekerjaan. Bawa teh panas, kopi Lampung, pisang goreng dst. Ngobrol
dengan mereka. Ongkosnya murah kan? Datanglah. Bergaul sesama mereka.
Saya miris ikhwah sekalian, beberapa
waktu yang lalu kita mengumpulkan tokoh ormas se-Jawa Barat. Rata-rata mereka
punya satu protes diwakili satu orang. “Bapak Presiden PKS, saya mau
menyampaikan satu kritik kepada PKS. Selama ini orang-orang tidak berani
menyampaikan ini tapi saya mau menyampaikan mumpung Bapak ada di sini. PKS ini
terlalu PKS sentris. Hanya mau bergaul dengan sesama orang PKS dan ga mau
bergaul dengan yang lain. Pesantren saya tidak pernah dikunjungi orang-orang
PKS.”
Saya bilang, semua yang anda katakan
ini benar. Saya terima. Nanti saya bicarakan dengan teman-teman di sini. Saya
tidak membela diri. Itu ada benarnya. Kita ini memang kurang gaul.
Gaulnya cuma sama orang baik-baik
karena bergaul sama orang baik itu tidak banyak masalahnya. Iya kan? Apalagi
kalo di masjid. Di masjid tidak ada kursi yang diperebutkan. Tafadhol, antum di
depan. Damai.
Tapi ikhwah sekalian, kita mau
merubah tradisi ini, harus merubah budaya ini. Kita harus menunjukkan kepada
masyarakat PKS yang terbuka. PKS yang gaul. Karena islam yang kita bawa adalah
islam yang penuh kedamaian, islam yang penuh toleransi. Islam yang terbuka,
islam yang moderat. Itulah islam yang kita bawa. Islam yang seperti kata
rasulullah afsyus salam, wa ath’ imuth thoam, wawasiul arham, washollu
wannasu qiyam. Qiyamul lailnya nanti belakangan. Itu kan hadits gaul.
Tebarkan salam, traktir orang makan,
sambung silaturahim. Orang islam itu harus gaul. Ini saja yang kita terapkan.
Jadi tidak perlu ada teori. Kalau kita sewa tujuh konsultan politik, saya yakin
kesimpulannya sama. Bilang pada PKS supaya lebih gaul lagi.
Orang perlu memandang bahwa kita ini
bagian dari mereka dan kita penyambung lidah mereka. Itu yang seharusnya
dirasakan orang tentang kita. Kita turun pada mereka dan saat turun, jangan
suruh, jangan larang. Turun saja, gaul.
Tadi malam waktu kita ketemu dengan
Slankers itu ada teman istri yang seorang pendeta. Romo Krisna. Kita bawa ikut
juga ke sana. Saya katakan saya sedang mendorong semua kader PKS untuk bergaul
dengan semua lapisan masyarakat tanpa kecuali.
Saya katakan juga bahwa saya pernah
diundang Persatuan Gereja Indonesia untuk ceramah di depan para pendeta
semuanya. Kemarin kita di London 2011 mengadakan suatu seminar oleh ikhwah di
London yang temanya Dialog Peradaban. Tahun 2012 kita bikin lagi di Belanda,
temanya sama. Juga tentang Dialog Peradaban.
Kita sedang mendorong keterbukaan
seperti ini supaya kita mendorong bahwa walau kita berbeda agama namun kita
bisa tetap hidup damai. Begitu pulang, Romo ini BBM, saya dukung 100% PKS yang
seperti ini. Sebab memang yang seperti ini yang dinantikan oleh orang.
Ikhwah sekalian. Orang memandang
antum semua sebagai kumpulan orang baik-baik. Cuma jauh dari mereka, begitu.
Iya kan? Cuma jauh dari mereka. Pengakuan antum itu orang baik, insyaaLLah
walau ada kasus ini, tidak akan berubah persepsi orang. Tidak akan berubah.
Penting juga bagi kita untuk tahu.
Jika kita kirim 100 prajurit ke medan tempur, ada yang gugur 1 orang , lalu
pulang 99, itu menang atau kalah? Menanglah. Kalau kita kirim 100, pulang 25.
75 tewas. Itu menang atau kalah? Kalah kalau begitu kan. Tapi kalau kita kirim
100, pulang 100, tidak ada luka tidak ada debu di wajahnya. Itu tidak sampai
namanya kan? Dia tidak sampai ke sana.
Jadi ikhwah sekalian,
Kita ini turun bergaul dengan
masyarakat otomatis kita kena debunya. Tidak mungkin tidak. Kita pergi perang,
bunuh orang. Darah orang itu juga ciprat ke kita. Tapi itulah yang disebut
Rasulullah SAW bahwa Allah lebih mencintai orang mukmin yang bergaul dengan
masyarakat dan bersabar atas gangguan-gangguan mereka.
Daripada orang mukmin yang tidak
bergaul dan tidak sabar dengan gangguan-gangguan orang itu. Antum turun, jadwal
tidur terganggu. Orang ngomong kasar, antum terganggu. Antum turun orang
merokok. Pasti terganggu. Banyak pasti gangguannya. Tapi sabar saja.
Mudah-mudahan itu dicatat sebagai pahala bagi kita semuanya.
Insyaallah dengan cara seperti ini
kita yakin kita akan memenangkan Pemilu 2014 yang akan datang. Insyaallah.
Apalagi antum semuanya muda-muda, ganteng-ganteng, dst. Datang kepada orang
dengan wajah yang segar seperti itu orang juga senang kok.
Orang melihat wajah soleh ada di
sekitarnya, orang senang. Ini yang tadi disebut Ketua DPW, datang dan tebarkan
aura cinta kepada orang-orang itu semuanya.
Nah ikhwah sekalian, kalo kita mau
pemilu nanti kita tidak perlu menungggu hasil survei untuk meyakinkan diri kita
apakah kita akan menang atau kalah. Kita bisa tahu apakah kita menang atau
kalah dengan sering-sering meraba hati kita semuanya.
Coba antum pegang semua dada antum
sekarang. Saya mau tanya. Pegang dadanya. Allah SWT menyebutkan kata sakinah di
dalam Quran sebanyak 6 kali. Semua kata sakinah ini berhubungan dengan
peperangan. Kalau ada sakinah sebelum peperangan itu artinya kita akan menang.
Sakinah itu artinya kemantapan hati.
Saya mau tanya antum semuanya.
Pegang dadanya. Mantap ngga menang di 2014 yang akan datang? [MANTAP!] Di
sini mantap? [MANTAP!] ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR!
ALLAHU AKBAR! ALLAHU AKBAR!
Assalamu’alaikum warohmatullahi
wabarokaatuh.
sumber: pkslampung.org
