Anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
se-Indonesia berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 25.345.000 untuk korban
gempa bumi di Bener Meriah, dalam acara Silaturrahmi Anggota Legislatif
Nasional (Silagnas) PKS di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (3/6/2013).
Ketua PKS Aceh H. Ghufran Zainal Abidin melalui telephone
seluler mengatakan bahwa di sela-sela acara silaturrahmi anggota Dewan dari PKS
se-Indonesia yang berlangsung 1-4 Juni, dilakukan penggalangan dana secara
spontan dari peserta yang hadir.
"Begitu mendengar ada musibah yang menimpa saudara
kita di Bener Meriah, peserta langsung melakukan aksi penggalangan dana,
Alhamdulillah dalam waktu singkat terkumpul sumbangan sebesar 25 Juta
Rupiah," ujar Ghufran.
Menurut Ghufran acara Silagnas tersebut dihadiri lebih
700 orang anggota DPR dari PKS dari seluruh Indonesia termasuk 37 orang dari
Aceh.
"Kawan-kawan anggota DPR dari Aceh mengambil
inisiatif melakukan sosialisasi musibah gempa kepada anggota DPR lain dari
seluruh Indonesia, dan semua merasa terekejut sekaligus berdoa untuk
keselamatan saudara kita di Bener Meriah," tambah Ghufran.
Sumbangan itu menurut Ghufran akan diantar langsung oleh
PKS Aceh kepada korban gempa di Bener Meriah setelah kembali dari Jakarta.
"Insya Allah sumbangan ini akan diantar langsung
oleh tim relawan PKS beserta sumbangan dari masyarakat lainnya ke lokasi
musibah," ujar Ghufran. [Kabarpks]
____
BNPB: Korban meninggal gempa Aceh 24 orang
Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB) menyatakan 24 orang meninggal dunia sebagai dampak dari gempa
berkekuatan 6,2 skala richer (SR) yang terjadi di wilayah Aceh pada Selasa
(2/7).
"Sampai dengan saat ini total korban yang dilaporkan
24 orang meninggal, dua orang hilang, dan 249 luka-luka. Data ini sementara,
bisa saja berubah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB,
Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, 14 dari korban meninggal akibat gempa yang
terjadi pukul 14.37 WIB tersebut berasal dari Kabupaten Bener Meriah, sedangkan
10 orang meninggal lainnya dari Kabupaten Aceh Tengah.
Ia mengatakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan
Bencana Alam (BPBA) Bener Meriah, BPBA Aceh, dan BPBA Aceh Tengah korban
meninggal rata-rata bukan disebabkan karena gempa secara langsung, tetapi
akibat tertimpa reruntuhan rumah.
Meski demikian, ia belum mendapat laporan secara detail
penyebab meninggalnya 24 orang tersebut, dan di mana lokasi pasti kejadian.
"Saya belum dapat detailnya, apa penyebabnya, di mana".
Sedangkan korban luka-luka, menurut dia, semuanya dirawat
di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas serta sebagian menjalani rawat
jalan.
Berdasarkan data yang terkumpul dari BPBA, ia menyebutkan
korban luka di Bener Meriah sebanyak 43 orang dirawat Muyan Kute, 50 orang di
Puskesmas Pante Raya, 16 orang di Puskesmas Lampaha, dua orang dinyatakan masih
hilang.
Sedangkan 75 bangunan dan rumah yang rusak, termasuk
infrastruktur jalan rusak dan tertimbun tanah longsor masih dalam pendataan.
Sementara di Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 140 orang
mengalami luka-luka. Kerusakan terjadi pada 300 bangunan dan rumah, serta
beberapa akses jalan tertutup tanah longsor.
"Guna menangani beberapa ruas jalan yang tertutup
longsor dua buldozer sudah dikerahkan saat ini," ujar Sutopo.
*http://www.antaranews.com/berita/383382/korban-meninggal-gempa-aceh-24-orang
