Muhammad Badi’ mengejutkan media. Mursyid amm Ikhwanul
Muslimin yang sebelumnya dikabarkan telah ditahan oleh militer pasca kudeta itu
tiba-tiba muncul di tengah jutaan massa pendukung Mursi di Rabi’ah Adawiyah.
Badi’ tampil di panggung bundaran Rabi’ah Adawiyah dalam
demonstrasi besar-besaran menuntut dikembalikannya Presiden Muhammad Mursi ke
kantor kepresidenan, Jum’at (5/7) siang waktu setempat. Dalam orasinya Badi’
menegaskan, massa tidak akan pulang ke rumah sebelum Mursi dibebaskan.
"Jutaan rakyat ini akan tetap bertahan di sini
sampai kami mendapati presiden terpilih kami Mohammad Mursi kembali kepada
kami," tegas Badi’ seperti dikutip dari Aljazeera.
Badi’ menegaskan, kudeta yang dilakukan militer adalah
kudeta bathil. Mesir hanya memiliki satu presiden yang telah dipilih melalui
pemilu yang demokratis, yaitu Mursi.
Badi’ juga menyerukan kepada militer untuk tidak
menembaki demonstran.
“Tentara Mesir bukan untuk melindungi salah satu faksi,
tapi harus melindungi rakyat Mesir secara keseluruhan,” tandasnya.
Sebelumnya, televisi pemerintah mengatakan pada hari
Kamis (4/7) bahwa Badi’ telah ditangkap oleh militer menyusul penahanan
Presiden Mursi. [IK/Ajz]
