Partai Demokrat mengakui bingung menghadapi Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) terkait kenaikan harga BBM. Pasalnya Menteri dari PKS
mendukung kenaikan harga BBM sedangkan Presiden PKS dan kadernya menolak
kenaikan harga BBM.
"Sekarang persoalannya, PKS ini bermain bukan main.
Dia bermain cattenacio. Ada permainan-permainan individu di dalamnya, sementara
di kabinet juga ada permainan individu," ujar Wakil Ketua Umum Partai
Demokrat Max Sopacua, Senin (10/06).
Kata Max, SBY pun bisa mengambil tindakan terhadap PKS
tersebut. "Jadi bagaimana mau membacanya, pak SBY mau ambil tindakan
sementara menteri-menteri PKS mendukung," ujar Max.
Max pun akan membentak menteri dari PKS jika menjadi
Presiden PKS karena menjadi tim sosialisasi kenaikan harga BBM.
"Kalau gua jadi Presiden PKS, gua bentak itu
menteri-menteri PKS, terutama Tifatul yang malah jadi sekretaris
sosialisasi," papar Max.
Sebagaimana ucapan Fahri Hamzah, bahwa PKS berusaha
menjadi partai yang profesional. Bahwa kader PKS adalah milik presiden PKS dan
Menteri PKS adalah milik dari Presiden SBY.
Dengan bekerja profesional, Menteri dari PKS memang harus
mendukung program pemerintahan karena termasuk bawahan Presiden. Sebaliknya
dengan kader PKS, harus sesuai pernyataan aspirasi dari kehendak rakyat. Jika
rakyat setuju BBM tidak naik maka tentunya kader PKS harus bersama rakyat,
bukan bersama pemerintahan. Karena kader PKS tidak bekerja dan digaji oleh
pemerintahan SBY.(itoday/suaranews)
