Selasa, 11 Juni 2013

Terbukti, Demokrat Kebingungan Melihat Manuver Politik PKS

Partai Demokrat mengakui bingung menghadapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait kenaikan harga BBM. Pasalnya Menteri dari PKS mendukung kenaikan harga BBM sedangkan Presiden PKS dan kadernya menolak kenaikan harga BBM.

"Sekarang persoalannya, PKS ini bermain bukan main. Dia bermain cattenacio. Ada permainan-permainan individu di dalamnya, sementara di kabinet juga ada permainan individu," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua, Senin (10/06).

Kata Max, SBY pun bisa mengambil tindakan terhadap PKS tersebut. "Jadi bagaimana mau membacanya, pak SBY mau ambil tindakan sementara menteri-menteri PKS mendukung," ujar Max.
Max pun akan membentak menteri dari PKS jika menjadi Presiden PKS karena menjadi tim sosialisasi kenaikan harga BBM.

"Kalau gua jadi Presiden PKS, gua bentak itu menteri-menteri PKS, terutama Tifatul yang malah jadi sekretaris sosialisasi," papar Max.

Sebagaimana ucapan Fahri Hamzah, bahwa PKS berusaha menjadi partai yang profesional. Bahwa kader PKS adalah milik presiden PKS dan Menteri PKS adalah milik dari Presiden SBY.


Dengan bekerja profesional, Menteri dari PKS memang harus mendukung program pemerintahan karena termasuk bawahan Presiden. Sebaliknya dengan kader PKS, harus sesuai pernyataan aspirasi dari kehendak rakyat. Jika rakyat setuju BBM tidak naik maka tentunya kader PKS harus bersama rakyat, bukan bersama pemerintahan. Karena kader PKS tidak bekerja dan digaji oleh pemerintahan SBY.(itoday/suaranews)