Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini dinilai sedang
memanfaatkan ketidaktegasan pimpinan koalisi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY). Menurut pakar komunikasi politik, Heri Budianto, PKS berhasil melakukan
komunikasi politik sehingga isu yang
menenggelamkan PKS bergeser pada sikap PKS dalam koalisi.
“PKS tahu betul, dari perspektif politik dia memanfaatkan ketidaktegasan SBY,”
kata Heri Budianto, di Jakarta, Sabtu (15/6).
Ketegasan menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga
bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, PKS menggiring masyarakat meninggalkan
kasus hukum yang membelit mereka. Sikap partai pimpinan Anis Matta yang
menyerukan membela kepentingan rakyat, dinilai Heri sebagai upaya komunikasi
politik yang cukup jitu.
Apa lagi isu koalisi yang terus dibahas publik semakin
membuat PKS di atas angin. Sebab, Presiden SBY tak kunjung menyatakan sikap
tegas atas nasib PKS dalam koalisi setgab. Padahal, SBY harusnya bisa belajar
dari pembangkangan PKS sebelumnya.
Partai tarbiyah itu pernah berbeda sikap dengan koalisi
dalam kasus Century, mafia pajak, kenaikan BBM pada 2012 lalu, dan kenaikan BBM
sekarang.
