Agama Islam memuat nilai-nilai
dari tuhan (hudanllinnas), yaitu nilai-nilai yg terkait dengan bagaimana menata
kehidupan manusia di dunia dan juga merupakan pandangan hidup
(ideologi).
Ketika Islam sebagai sebuah ideologi maka dia perlu di manifeskan dalam sebuah gerakan politik, karena tdk ada perubahan yang masif melainkan dilakukan organisasi yang di sebut negara. Oleh sebab itu perlu di bentuk partai Islam dalam rangka mencapai tujuan-tujuan Islam itu sendiri melalui kekuasaan negara.
Ketika Islam sebagai sebuah ideologi maka dia perlu di manifeskan dalam sebuah gerakan politik, karena tdk ada perubahan yang masif melainkan dilakukan organisasi yang di sebut negara. Oleh sebab itu perlu di bentuk partai Islam dalam rangka mencapai tujuan-tujuan Islam itu sendiri melalui kekuasaan negara.
Namun itu tujuan jangka pendek, tujuan jangka panjangnya
adalah nashrul hidayah (penyebaran nilai-nilai kebenaran). Berbagai konsepsi harokah, konsep da'wah dan
konsep siasah, hrs menjelma menjadi kekuatan obsesi dan motivasi utk melakukan sebuah perubahan wajah indonesia
bahkan dunia.
Semua itu harus tertancap di bawah alam bawah sadar yg membuat
anda bermimpi PKS 3 besar pada pemilu 2014. Tidak ada kemenangan
yg spektakuler dlm sejarah pertarungan apapun di dunia ini melainkan si
petarung memiliki obsesi dan ambisi yg besar. Karena petarung yg spt itu
akan memukul lawannya lebih keras dr lawan memukulnya. Sekalipun musuh-musuh
seakan-akan memiliki kekuatan raksasa, bacalah kembali kisah Thalut dan jalut. Energi anda harus mampu mengelola tantangan yang ada di hadapan anda.
Sesungguhnya politik itu adalah seni yg harus anda nikmati yaitu seni
berpolitik dam seni berkonflik itulah proses jalan panjang yg anda lalui yg
membutuhkan kesabaran tanpa batas. Seorang da'i dan pilitisi partai Islam bukanlah hakim (qodhi) alias
tukang fatwa tapi "nahnu du'at laa qudhot" . Yaitu yang mengajak
kepada kesepakatan2 positif tentang kebangsaan dengan siapapun.
Dan bukan
sebagai tukang vonis haram atau kafir dan yang sejenisnya. Yang menyebabkan banyak orang Islam justru menjauhi partai
Islam. Ini adalah bahan evaluasi bagi kita semua aktifis partai untuk berketrampilan
politik yang baik dan elegan.
Menyatakan diri sebagai partai maksum jelas keliru, mengeluarkan
fatwa kafir, haram karena tidak memilih partai Islam tertentu lebih keliru
lagi. Tapi partai Islam sebagai
refresentatif dari aspirasi sebagian umat itu realita.
Anis Matta dalam satu kesempatan menyampaikan "kalau antum semua punya cinta
dalam membangun hubungan sosial dengan rakyat ini nanti, mereka tidak peduli apa
partai antum pokoknya mereka ikut. Jangan mencoba meraih akal mereka tapi raih
hatinya terlebih dahulu. Kalau sdh simpati mereka akan balik ke partai Islam.
Oleh : Feri Muzakki
Sumber: http://www.facebook.com/groups/363873410396106/
