Minggu, 05 Mei 2013

Partai Islam Sebagai Representatif Dari Aspirasi umat By Fery Muzakki


Agama Islam memuat nilai-nilai dari tuhan (hudanllinnas), yaitu nilai-nilai yg terkait dengan bagaimana menata kehidupan manusia di dunia dan juga merupakan pandangan hidup (ideologi). 

Ketika Islam sebagai sebuah ideologi maka dia perlu di manifeskan dalam sebuah gerakan politik, karena tdk ada perubahan yang masif melainkan dilakukan organisasi yang di sebut negara. Oleh sebab itu perlu di bentuk partai Islam dalam rangka mencapai tujuan-tujuan Islam itu sendiri melalui kekuasaan negara.

Namun itu tujuan jangka pendek, tujuan jangka panjangnya adalah nashrul hidayah (penyebaran nilai-nilai kebenaran). Berbagai konsepsi harokah, konsep da'wah dan konsep siasah, hrs menjelma menjadi kekuatan obsesi dan motivasi  utk melakukan sebuah perubahan wajah indonesia bahkan dunia. 

Semua itu harus tertancap di bawah alam bawah sadar yg membuat anda bermimpi  PKS 3 besar pada pemilu 2014. Tidak ada kemenangan yg spektakuler dlm sejarah pertarungan apapun di dunia ini melainkan si petarung memiliki obsesi dan ambisi yg besar. Karena petarung yg spt itu akan memukul lawannya lebih keras dr lawan memukulnya. Sekalipun musuh-musuh seakan-akan memiliki kekuatan raksasa, bacalah kembali kisah Thalut dan jalut. Energi anda harus mampu mengelola tantangan yang ada di hadapan anda. 

Sesungguhnya politik itu adalah seni yg harus anda nikmati yaitu seni berpolitik dam seni berkonflik itulah proses jalan panjang yg anda lalui yg membutuhkan kesabaran tanpa batas. Seorang da'i dan pilitisi partai Islam bukanlah hakim (qodhi) alias tukang fatwa tapi "nahnu du'at laa qudhot" . Yaitu yang mengajak kepada kesepakatan2 positif tentang kebangsaan dengan siapapun.

Dan bukan sebagai tukang vonis haram atau kafir dan yang sejenisnya. Yang menyebabkan banyak orang Islam justru menjauhi partai Islam. Ini adalah bahan evaluasi bagi kita semua aktifis partai untuk berketrampilan politik yang baik dan elegan. 

Menyatakan diri sebagai partai maksum jelas keliru, mengeluarkan fatwa kafir, haram karena tidak memilih partai Islam tertentu lebih keliru lagi. Tapi partai Islam sebagai refresentatif dari aspirasi sebagian umat itu realita.


Anis Matta dalam satu kesempatan menyampaikan "kalau antum semua punya cinta dalam membangun hubungan sosial dengan rakyat ini nanti, mereka tidak peduli apa partai antum pokoknya mereka ikut.  Jangan mencoba meraih akal mereka tapi raih hatinya terlebih dahulu. Kalau sdh simpati mereka akan balik ke partai Islam.

Oleh : Feri Muzakki
Sumber:  http://www.facebook.com/groups/363873410396106/