Kamis, 02 Mei 2013

Membangun Hubungan Kemanusiaan Oleh Fery Muzakki

PKS sebagai partai terbuka membawa konsekwensi kepada kadernya untuk lebih memperhatikan cara penyampaian dakwahnya. Salah satu dalam tataran operasional yaitu bagaimana berkomunikasi dan berdiplomasi dgn baik dan elegan.

Penggunaan kata menjadi sangat penting walau kadang dianggap hal yang sepele. Misalnya 'kami' yang bermakna ekslusif/sekelompok, akan lebih bagus diganti dengan 'kita' yg bermakna bersama, atau kata 'kafir' untuk orang orang diluar Islam menjadi 'non muslim'.

Jadi pilihan kata harus disesuaikan dgn forum dimana kita berbicara, apakah dalam forum internal atau terbuka umum. Karena gerak gerik para kader PKS ini memang betul betul jadi sorotan para tetangga dan lingkungan.

Sebagaimana yg pernah saya sampaikan bahwa membangun hubungan kemanusiaan dengan latar belakang apapun merupakan awal dari mengemban misi kemanusiaan.

Allah didalam Al-Qur'an sering menggunakan kata "yaa ayyuhannaas" sebagai seruan kepada manusia secara umum (muslim ataupun non muslim) dan seruan yang diawali dengan "wahai manusia" ini konteks nya bisa diterima umum pula.
"wamaa arsalnaaka illa kaafatalinnaas (tidaklah kami mengutus engkau Muhammad melainkan kepada seluruh manusia)".

Saya memaknai ayat ini bahwa dalam mengemban misi Islam, misi peradaban dan misi kemanusiaan nabi tidak melihat orang yg sebangsa, sesuku atau bahkan yg seagama dengan beliau, karena kata "kaafatalinnaas" mencakup seluruh manusia dan tanpa adanya pemaksaan untuk meyakini aqidah Islam, "Laa ikraaha fiddiin".

Kalau saya memaknai ayat ini dengan kalimat saya yaitu, wahai orang orang non muslim, kami tidak akan memaksa anda meyakini agama kami tetapi anda seharusnya mendukung kepemimpinan Islam, mendukung pemerintahan Islam. Kenapa ? karena "kamaa arsalnaaka illa rahmatan lil 'aalamiin".

Oleh Fery Muzakki