“BAYERN Munchen tanpa Franck Ribery bagaikan anak-anak tanpa
seorang ibu,” itu adalah ungkapan yang sangat galib di dunia sepak bola
Jerman. Mungkin berlebihan, tapi memang Ribery menjadi sosok sentral
dalam keberhasilan Bayern musim ini.
Dikenal
sebagai sopan, rendah hati, dan rajin sholat lima kali sehari, di mana
saja dan dalam kondisi apapun, Ribery mengatakan dia memilih ajaran yang
dibawa Nabi Muhammad ini karena menemukan kedamaian dalam Islam.
Berita
Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal 2006. Kabar ini pertama kali
dilaporkan oleh L’Express. Majalah itu mengatakan beberapa pemain
nasional Prancis yang secara teratur beribadah di sebuah masjid di
Marseille selatan. Mingguan itu tidak menyebut nama secara eksplisit,
tapi pernyataannya salah satunya menjurus pada Ribery. Ribery kemudian
dikenal dengan nama Muslimnya Bilal Yusuf Mohammed.
Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. Berikut adalah wawancara dengan Ribery yang dikutip dari berbagai sumber:
Apa arti Islam buat Anda dan karir sepak bola?
Islam
adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola.
Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan
sesuatu yang membawa saya ke tempat yang aman dan saya menemukan Islam.
Jelaskan dengan singkat Anda itu orang yang seperti apa?
Orang
mungkin belum pernah melihat pemain bola seperti saya yang suka tertawa
dan bercanda. Saya orang yang sederhana dan sanga sederhana. Saya ingin
menjadi teman siapa pun. Dua menit untuk berfoto dan tanda tangan untuk
para penggemar sangat penting karena mereka membuat hal-hal ini
benar-benar berarti.
Anda sekarang adalah seseorang yang sukses…
Atas
semua yang telah saya alami, saya meresponnya dengan tenang, dan saya
menyadari semua keberkahan yang yang diberikan kepada saya.
Tahun 2010, Anda diberitakan terkait skandal…
Itu sangat melukai saya, dan keluarga saya, dan semua yang dekat dengan saya.
Anda kabarnya punya bar. Ceritakan tentang bar itu….
Saya
ingin bar yang mempunyai konsep yang agak berbeda dengan bar biasanya.
Bar saya bernama “O’ Shahiz” diambil dari nama kedua anak perempuan saya
Shahinez dan Hizya. Bar saya hanya menyediakan minuman jus saja.
[sa/islampos/r-islam/dailymail/um-bs]
