AHMAD Fathanah begitu menjadi
“bintang” dalam kasus dugaan suap kuota impor sapi dan pencucian uang.
Namanya menjadi trending topik jaringan sosial media dan sumber berita
media.Fathanah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai operasi tangkap tangan oleh penyidik dari lembaga antirasuah itu di salah satu kamar, bersama Maharani Suciyono, di hotel Le Meridien pada 29 Januari lalu.
Sejumlah perempuan muda dan selebritas pun dihubung-hubungkan dengan Fathanah. Itu karena para perempuan tersebut dihadiahi lelaki asal Sulawesi Selatan itu dengan sejumlah barang berharga seperti mobil dan perhiasan. Pemberitaan yang menghubung-hubungkan antara Fathanah dengan perempuan-perempuan tadi dengan kasus suap dan tindak pidana pencucian uang, itu telah membuat namanya cemar di mata publik. Tak hanya itu, kedekatakan Fathanah dengan mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, turut mencoreng nama baik partai yang pernah mengusung jargon “bersih, peduli, dan profesional”.
Akibatnya, pimpinan dan kader PKS menjadi bulan-bulanan pemberitaan miring media. Komentar-komentar yang bernada umpatan dan cacian pada PKS tertebaran di berbagai media online. Jadilah PKS semacam common enemy yang seolah tak kenal ampun.
Namun, pada sidang kasus suap impor daging sapi untuk terdakwa Juard Effendi dan Arya Andi Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Jakarta, Jumat (17/5/2013), opini publik yang negatif terhadap PKS berbalik arah. Pasalnya, Fathanah yang dihadirkan dalam sidang tersebut secara mengejutkan meminta maaf pada seluruh jajaran PKS. Dirinya merasa telah mencemarkan citra baik PKS.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan, kader, dan simpatisan PKS, karena terbawa-bawa ke dalam masalah saya,” ujar Fathanah.
Putra seorang tokoh pesantren di Sulawesi Selatan ini juga menyatakan bahwa, meski dirinya dekat dengan Luthfi Hasan, tapi ia bukanlah kader PKS demi mendudukkan masalah yang selama ini berkembang melalui media. “Saya ingin sampaikan dengan jelas bahwa saya bukan kader PKS,” tandasnya. Kedekatannya dengan Luthfi pun dianggapnya sebagai ajarang silaturahim.
Pernyataan Fathanah dalam ruang sidang Tipikor untuk pertama kalinya ini telah membuka lembaran baru babak kasus dugaan suap impor sapi. Ia dengan gentle minta maaf, karena ia sendiri juga mengakui berprofesi sebagi seorang makelar (proyek) yang mencari untung melalui lobi-lobi yang lihai ia mainkan. [misroji/islampos]