Pemerintah Provinsi Jawa Barat Menggelar Pasar murah guna membantu
meringankan beban masyarakat karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok.
Pemda
Jabar mengalokasikan anggaran sekira Rp10 miliar untuk menggelar
operasi pasar murah kebutuhan pokok masyarakat (OPM Kepokmas) jelang
Ramadan dan Lebaran. Sebab, harga kebutuhan pokok diprediksi naik karena
harga BBM sudah naik. Belum lagi jelang Ramadan dan Lebaran, harga
kebutuhan pokok selalu naik.
“APBD Provinsi sudah mendukung Rp10
miliar untuk OPM Kepokmas ini,” kata Kepala Perindustrian dan
Perdagangan Jawa Barat, Ferry Sofwan, di Bandung, Jawa Barat
Anggaran itu nantinya akan dipakai untuk mensubsidi
empat barang kebutuhan pokok masyarakat yang disediakan saat OPM
Kepokmas. “Sehingga barang yang dijual nanti akan lebih murah,” ucapnya.
Tahun
lalu, OPM Kepokmas juga digelar. Tapi tahun lalu barang yang dijual
hanya beras, gula pasir, dan minyak goreng. Sedangkan untuk tahun ini
rencananya akan ditambah telur ayam sehingga ada empat komoditi yang
dijual.
“Untuk masing-masing komoditi subsidinya akan berbeda karena karakternya berbeda,” ungkap Ferry.
Soal
besaran subsidi tiap komoditi, Ferry belum bisa memastikan. Sebab
pihaknya kini masih melakukan penghitungan, termasuk berkonsultasi
dengan ahli ekonomi dan penyedia barang. Tapi diharapkan, selisih harga
komoditi dalam OPM Kepokmas bisa lebih dari Rp3 ribu jika dibandingkan
dengan harga di pasaran.
Ferry mengatakan, OPM Kepokmas diharapkan
bisa digelar di 26 kabupaten dan kota se-Jabar. “Untuk lokasi-lokasinya
nanti (pemerintah) kabupaten dan kota yang mengajukan ke kita,”
tandasnya.(wdi/okz)
